Isran Kembali Singgung Isu Pindah IKN

Dok.humaskaltim

SAMARINDA - Saat memberi arahan pada pelantikan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Chairil Anwar di Kantor Gubernur Kaltim, Senin awal pekan tadi, Gubernur Isran Noor kembali menyinggung isu ibu kota negara (IKN). 

Menurut mantan bupati Kutai Timur itu, meski beberapa bulan tenggelam oleh isu Covid-19, rencana pindah pusat pemerintahan Indonesia itu disebut Isran tetap jalan.

"Jangan khawatir. Tenang saja. IKN tetap di Kaltim. Tenang saja Belanda sudah lari," canda Isran meyakinkan.

Diungkapkannya, proses pemindahan IKN terus berjalan. Komunikasi terus berlangsung baik dii tingkat kementerian,  provinsi dan dua kabupaten yang akan menjadi lokasi ibu kota negara, Kukar dan Penajam Paser Utara (PPU).

"Tidak ada yang tidak setuju. Kedua kabupaten, Kukar dan PPU kompak mendukung IKN. Jadi tidak ada masalah," tegas Isran.

Sebab itu, Isran meminta masyarakat tidak khawatir IKN batal dilanjutkan di Benua Etam.

Seperti diketahui, Kaltim dipilih Presiden Joko Widodo untuk menjadi calon pusat pemerintahan baru Indonesia menggantikan DKI Jakarta. Pengumuman disampaikan Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, 26 Agustus 2019 lalu.

Kaltim dipilih karena dinilai paling strategis berada tepat di tengah Indonesia. Kaltim juga memiliki infrastruktur yang lebih representatif dibanding calon ibu kota negara lainnya, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Kaltim memiliki dua bandara berskala internasional, pelabuhan laut internasional dan juga sudah dilengkapi dengan tol. 

Keunggulan Kaltim lainnya adalah rencana lokasi IKN adalah lahan milik negara seluas 180.000 hektar. Kaltim dinilai paling layak karena di tengah masyarakat yang  heterogen, kondisi aman dan damai tetap terjaga dengan baik. (jay/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait