Jaga Keamanan dan Ketertiban

Upacara Gladi Lapang (Simulasi) Pengamanan Pemilukada Kaltim 2013
 
SAMARINDA–Guna mensukseskan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim periode 2013-2018 yang akan dilaksanakan pada 10 September 2013, pasukan pengamanan yang merupakan gabungan dari unsur TNI, Polri, Linmas (Perlindungan Masyarakat) menggelar Upacara Gladi Lapang (Simulasi) Pengamanan Pemilukada Kaltim 2013 di Lapangan Parkir Stadion Madya Sempaja, Jumat (23/8).
Kapolda Kaltim Irjen Polisi Dicky D Atotoy yang bertindak selaku Inspektur Upacara mengatakan Upacara Gladi Lapang (Simulasi) Pengamanan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim 2013 merupakan representasi dari kesiapan dan tanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan negara untuk pengamanan Pemilukada.
“Seluruh unsur pasukan pengamanan Pemilukada harus bisa menjawab itu semua dengan kesungguhan dalam melaksanakan tugas. Kita harus mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat ketika pelaksanaan pesta demokrasi daerah untuk menentukan pemimpinnya selama lima tahun kedepan,” ujar Dicky.
Menurut dia, pelaksanaan Pemilukada tidak menutup kemungkinan bermunculannya potensi konflik di setiap daerah. Dalam Pemilukada juga bisa saja terjadi kecurangan-kecurangan yang mengarah pada tindakan kriminal. Semua itu, lanjut dia, harus diwaspadai dan harus bisa diredam oleh semua unsur pengamanan, termasuk masyarakat.
Kepada tiga calon pasangan gubernur dan wakil gubernur Kaltim 2013-2018 yang bertarung dalam Pemilukada Kaltim 2013, Dicky berpesan agar memiliki kesiapan mental ketika terpilih ataupun tidak terpilih. Demikian halnya kepada tim sukses masing-masing pasangan, hendaknya dapat melakukan kompetisi yang sehat dalam upaya memenangkan pasangan yang diusungnya.
“Mari kita jaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kaltim. Selain itu, masyarakat juga harus ikut mensukseskan Pemilukada Kaltim 2013 dengan berpartisipasi dan menggunakan hak pilihnya pada pesta demokrasi rakyat Kaltim 10 September 2013,” harapnya.
Pada kesempatan itu, ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, yaitu pasangan nomor urut 1 (Awang Faroek Ishak-Mukmin Faisjal HP), nomor urut 2 (Farid Wadjdy-Aji Sofyan Alex) dan nomor urut 3 (Imdaad Hamid-Ipong Muchlissoni) juga membacakan dan menandatangani Deklarasi Damai Pemilukada Kaltim 2013.
Deklarasi damai dipimpin oleh Ketua KPUD Kaltim Andi Sunandar dan disaksikan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kaltim, diantaranya adalah Kapolda Kaltim Irjen Polisi Dicky D Atotoy, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Gadang Pambudi, Kajati Kaltim dan Pelaksana Tugas Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi.
RAKOR PENGAWASAN
Sehubungan dengan Pemilukada di Kaltim, juga dilaksanakan Rakor Pengawasan Kampanye dalam Rangka Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2013 di Samarinda, Jumat sore (23/8).
  Rakor dibuka Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Pemerintahan, H Achmadi. "Setiap Pemilu di Kaltim harus diselenggarakan dengan baik dan berkualitas dengan dukungan masyarakat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Kita diamanatkan untuk dapat melakukan Pemilukada secara jujur, adil dan demokratif dengan mengedepankan azas langsung, jujur, umum, adil, bebas dan rahasia serta bermartabat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kaltim, Khairail Akbar berharap agar seluruh tahapan Pemilukada di Kaltim dapat berjalan sesuai aturan dan tanpa menyisakan pelanggaran.
"Kita telah menyaksikan kesiapan dan apel siaga pihak keamanan dan komponen-komponen lainnya. Demikian juga dengan ikrar siap menang dan siap kalah oleh  pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Ini adalah jaminan Pemilukada di Kaltim dapat berjalan dengan aman, damai dan lancar," harapnya.(her/yul/hmsprov)

 

//Foto: HINDARI KONFLIK. Ketua KPU Kaltim Andi Sunandar membaca Deklarasi Damai Pemilukada Kaltim 2013 di hadapan para Cagub dan Cawagub Kaltim. (humasprov kaltim).


 

Berita Terkait