Jagung, Konstribusi Kaltim Pada Pangan Nasional

(Kepala Dinas Pangan Tanaman pangan dan Holtikultura H. Ibrahim meninjau Pabrik pengering Jagung Hasli Panen Petani dikaswasan Labanan Berau, Foto: Masdiansyah humasprovkaltim)

SAMARINDA - Tahukah anda bahwa Kalimantan Timur telah mampu swasembada jagung? Produksi hasil pangan ini di Kaltim tercatat lebih dari konsumsi yang dibutuhkan. Bahkan telah dipasarkan ke luar daerah. Selama ini sudah ada pengusaha yang membeli langsung dari petani. Rata-rata jagung dibawa ke Jawa. Sehingga bisa dikatakan, Kaltim turut berkontribusi terhadap pangan nasional melalui jagung.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, H Ibrahim memaparkan, jika produksi jagung di Kaltim pada 2016 sebesar 22,13 ton. Pada 2017, produksi jagung meningkat 60,89 persen menjadi 56,597 ton. Peningkatan produksi jagung tersebut tak lepas dari peran petani dan pemerintah yang memiliki strategi dan konsisten menjalankannya. Ada empat tahapan strategi yang dilakukan, yaitu peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam, pengamanan produksi, dan penguatan kelembagaan dan pembiayaan.

IMG_8310

IMG_8340


“Di lapangan ada penyuluh yang melakukan pembinaan kepada para petani. Kemudian didiskusikan pula permasalahan yang ada di lapangan. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas. Penyuluhan yang diberikan  salah satunya tentang teknik pengolahan lahan yang baik. Bibit yang dipakai juga adalah bibit unggul. Pemupukan juga harus rajin dilakukan. Selama ini, bibit dan pupuk sudah disubsidi pemerintah,” terang Ibrahim saat ditemui di kantornya, Dinas Pangan, Tananam Pangan  dan Hortikultura, Samarinda, Jumat (13/7).  

Selain teknik dalam menanam yang baik, perluasan lahan tanam juga terus dilakukan. Pada 2016, luas panen jagung sebesar 4.948,3 hektar (ha). Pada 2017, areal meningkat menjadi 11.139,8 ha. Perluasan lahan ini berbanding lurus dengan peningkatkan hasil panen. Tak hanya itu, para petani juga dibantu peralatan canggih. Sehingga, dalam memanen jagung menjadi lebih cepat. 

Berau, Kabupaten paling utara  Kaltim adalah lumbung jagung alias penghasil jagung terbesar di Kaltim. Sekitar 63 persen pasokan jagung Kaltim berasal dari kabupaten Berau sehingga Berau kemudian menjadi prioritas program pengembangan komoditas jagung. Alokasi lahan pengembangan terus ditambah. Pada 2017, Berau mendapat alokasi pengembangan lahan jagung  5.500 hektare dari 23 ribu hektare pengembangan lahan jagung di Kaltim.  Pada 2018, Berau menerima alokasi lahan seluas 10 ribu hektare dari total 25 ribu hektare lahan jagung yang dikembangkan. “Harapannya nanti bisa membangun pabrik makanan ternak untuk mengolah jagung, agar kita bisa mengolah hasil jagung sendiri.” tutur Ibrahim.

IMG_8344
IMG_8400

Ibrahim menambahkan, target ke depan ialah perluasan lahan tanaman jagung terus ditambah. Sehingga produksi jagung terus meningkat. Produksi jagung yang meningkat dapat membantu para petani mendapatkan pendapatan yang layak. 

IMG_8453
Ketika ditanya kendala dalam pengembangan komoditas jagung, Ibrahim mengatakan selama ini tidak ada kendala yang berarti. Karena, jagung termasuk mudah dibudidayakan. Tanah kering pun masih bisa ditanami jagung. Penyakit atau hama juga jarang hinggap. (yuv/Ni-Tim Humasprov)

Berita Terkait
Data Masih Kosong
Data Masih Kosong