Jajaran Disnakertrans Kaltim Kunjungi Warga Trans Bengalon

Jajaran Disnakertrans Kaltim Kunjungi Warga Trans Bengalon

 

BENGALON – Jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kaltim yang dimpimpin Kepala Disnakertrans HM Djailani,  melakukan kunjungan kerja ke Kutai Timur. Salah satu agenda kunjungan yaitu bertatap muka dan dialog dengan warga transmigrasi di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, Selasa (23/9).

Djailani mengatakan, kunjungan ini untuk melihat sejauh mana perkembangan daerah transmigrasi di Kutim yang tersebar di beberapa satuan pemukiman. Kawasan yang dikunjungi, yaitu satuan pemukiman (SP) 8, SP 3 dan SP Meratak yang merupakan transmigrasi lokal dari masyarakat Ritam Baru Tabang.

“Selain melihat perkembangan program transmigrasi, kita juga menggali informasi langsung dari warga transmigrasi apabila ada permasalahan ataupun hal hal lain yang berkiatan dengan berbagai program pembangunan di daerah ini,” kata Djailani.

Dia menaruh harapan, suatu saat nanti daerah transmigrasi di wilayah itu secara bertahap dapat bertransformasi menjadi satu desa mandiri terpadu yang dilengkapi dengan fasilitas memadai, sehingga warga transmigrasi dapat merasa lebih nyaman tinggal di tempat itu.

Selain itu, dia juga berharap keberadaan beberapa perusahaan kelapa sawit yang berdekatan dengan daerah transmigrasi, membantu masyarakat sekitar dengan menyediakan fasilitas dasar, berupa fasilitas kesehatan, sehingga warga betah tinggal di daerah yang relatif terpencil.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Disnakertrans HM Djailani yang di dampingi Kepala Bidang Transmigrasi Putut Pramono dan Kepala Bidang Pengawasan H  Umriansyah berkesempatan melakukan dialog dengan warga trans di SP 8. Dalam dialog tersebut mengemuka sejumlah permasalahan, baik terkait infrastruktur maupun permasalahan lahan.

Ketua unit pemukiman transmigrasi (UPT) SP 8 Widodo misalnya, mengharapkan bantuan sumur artesis di wilayahnya yang mengalami kesulitan air bersih terutama di saat kemarau.

“Kami juga mohon dibuatkan lapangan sepak bola, karena anak-anak di sini banyak yang yang gemar main bola, tetapi tidak mempunyai lapangan,” kata pria paruh baya yang berasal dari Solo ini.

Sementara warga lain, Suyahmin, berharap Disnakertrans Kaltim dapat membantu proses sertifikasi lahan yang mereka garap, sehingga merasa tenang dalam berusaha. “Tolong kami dibantu dan difasilitasi pak masalah ini, supaya kami merasa tenang,” pinta Yahmin.

Menanggapi hal tersebut, Djailani mengatakan pihaknya akan berusaha membantu memecahkan persoalan yang dihadapi warga transmigran. Terkait penyediaan sumur artesis dan lapangan sepak bola seperti harapan warga, Disnakertrans akan berusaha memprogramkan dalam anggaran. Namun, jika hal itu tidak memungkinkan akan ditempuh cara lain, melalui koordinasi dengan dinas terkait.

“Karena permasalahan transmigrasi juga terkait dengan instansi lain, antara lain Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan hingga Badan Pertanahan jika berhubungan dengan lahan,”katanya.

Bahkan nantinya, jika permasalahan tersebut tidak dapat diselesaikan, akan dilaporkan ke gubernur dan pemerintah pusat melalui kementerian transmigrasi. (gie/es/hmsprov)

////FOTO : Kepala Disnakertrans HM Djailani bersama warga transmigrasi di Bengalon.(soegi/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation