Jamaah Haji Diimbau Tidak bawa Barang Berlebihan

SAMARINDA - Jamaah haji asal Kaltim yang berjumlah 2.286 orang diimbau untuk tidak membawa barang-barang yang dapat menghambat keberangkatan ke tanah suci maupun saat kepulangan ke tanah air.
Imbauan ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim, H. Kusasi, Jumat (19/7) pekan lalu.
Menurutnya, jamaah haji telah dijamin akomodasi dan konsumsinya sehingga tidak perlu membawa makanan dan barang-barang yang tidak diperlukan saat menjalankan  seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini.
Selain itu ditambahkan, jika tahun ini pemondokan terjauh dari Masjidil Haram yaitu sejauh 2,5 kilometer. Jika ada jamaah haji yang pemondokkannya lebih dari 2,5 kilometer, maka pemondokkan tersebut akan ditanggung oleh Pemerintah Arab Saudi.
Dijelaskan Kusasi, tahun ini Pemerintah Arab Saudi sedang melakukan renovasi besar-besaran pada bangunan sekitar Masjidil Haram sehingga setiap negara muslim di dunia mendapat pengurangan jatah jamaah haji sebesar 20 persen. Kebijakan ini berimbas pada kuota jamaah kaji di Kaltim yang merupakan kumpulan dari jamaah haji dari kabupaten/kota.
"Pada tahun ini saja jamaah haji yang tidak dapat berangkat sebanyak 322 calon jamaah haji. Kita berharap jika renovasi telah selesai, kuota untuk tahun depan dapat lebih banyak lagi," ujarnya.
Pada tahun ini, jamaah haji Kaltim tergabung dalam empat Klompok Terbang (Kloter) dari enam kloter pada tahun-tahun sebelumnya. Masing-masing Kloter diberangkatkan sebanyak 360 jamaah haji. Sedangkanembarkasi Balikpapan tidak saja digunakan oleh Kaltim tetapi juga oleh Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. (yul/hmsprov)
 

Berita Terkait