Jamkrida Siap Jamin Kredit Modal UMKM Perikanan hingga 75 Persen

Jamkrida Siap Jamin Kredit Modal UMKM Perikanan hingga 75 Persen

 

SAMARINDA – PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Kaltim yang baru saja diresmikan pada awal tahun 2015, siap menjamin kredit modal Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perikanan hingga 75 persen.

Hal ini dikarenakan, dalam bidang perikanan, pelaku UMKM perikanan Kaltim masih sebagian kecil saja yang menggunakan jasa BUMD milik Kaltim ini. Oleh karena itu, penegasan hal tersebut dirasa perlu oleh PT Jamkrida untuk memotivasi para pemilik usaha agar mulai menggunakan jasa PT Jamkrida.

“Selama ini UMKM Perikanan Kaltim yang telah dijamin oleh Jamkrida jumlahnya masih sangat sedikit, masih lebih didominasi oleh usaha yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa. Malah, mayoritas pengguna jasa Jamkrida di bidang perikanan berasal dari Kaltara,” sebut Kepala Divisi Personal PT Jamkrida Kaltim, Fakhnurdin, dalam acara Temu Kemitraan Usaha Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan yang diadakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim, Selasa (10/11).

Fakhnurdin menegaskan, para pelaku dan pemilik UMKM perikanan jangan takut untuk melakukan peminjaman modal di Bank, karena PT Jamkrida siap menopang usaha masyarakat tersebut dengan memberikan penjaminan kredit. Namun, sebelum melakukan peminjaman ke Bank, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan pihak bank maupun Jamkrida, juga dengan DKP Kaltim, sebagai SKPD yang berwenang dalam melakukan pembinaan UMKM Perikanan.

“Agar peminjaman modal tidak melampaui kemampuan pemilik usaha, maka konsultasi ini sangat penting perannya,” tuturnya.

Dilanjutkan Fakhnurdin, untuk memudahkan lancarnya kegiatan UMKM Perikanan, sekarang tengah direncanakan untuk pembuatan MoU yang mengatur kredit modal UMKM Perikanan. MoU ini tengah dibicarakan dan akan melibatkan lima pihak, yaitu Gubernur, PT Jamkrida, DKP Kaltim, BPD Kaltim (Bank Kaltim), dan Universitas Mulawarman (Unmul).

“Selama ini yang kami lihat di lapangan, Bank masih sulit memberikan pinjaman modal kepada usaha perikanan karena dianggap high risk (resiko tinggi), ini juga yang menyebabkan UMKM perikanan sulit berkembang. Karena itu setelah adanya MoU ini, nasabah perikanan dan kelautan tidak boleh ditolak oleh bank (bank kaltim) ketika akan melakukan peminjaman modal” tegas Fakhnurdin.

Pihak Unmul pun akan dilibatkan sebagai konsultan manajemen. Sehingga, dengan pengawasan dari Unmul usaha masyarakat diharapkan berjalan dengan baik. Kendala yang berhubungan dengan manajemen keuangan, manajemen tempat pengolahan, dan lain sebagainya dapat dikonsultasikan dengan para ahli dari Unmul.

Lebih lagi, jika dalam pembayaran kredit kepada Bank terkait mengalami kemacetan, maka akan dipindah alihkan utang kredit tersebut kepada PT Jamkrida dengan bebas bunga karena Jamkrida adalah lembaga penjaminan kredit non-profit.

“Sudah saya sebutkan sebelumnya, kami siap menjamin kredit hingga 75 persen atau maksimal Rp 250 Juta, tanpa bunga,” tegas Fakhnurdin. 

Sejak diresmikannya pada Januari sampai dengan Oktober 2015, penyerapan tenaga kerja melalui pembukaan UMKM baru  melalui PT Jamkrida di wilayah Samarinda saja telah mencapai 3.000 orang dengan plafon kredit sebesar Rp 80 miliar. Diharapkan, angka ini dapat terus meningkat, tidak hanya di Samarinda, namun juga seluruh Kaltim. (aka/hmsporv)

Berita Terkait