Jangan Jadi Korban Pendidikan Kurang Tepat

Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi

SAMARINDA - Pernikahan dini atau di usia yang belum dewasa dinilai karena membangun keluarga tidak terencana dengan baik. Hal itu,  dikarenakan pendidikan yang kurang tepat diberikan kepada anak di usia remaja. Dengan demikian, anak-anak pun menjadi korban pernikahan dini.

 

"Kondisi ini menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Provinsi Kaltim. Karena, pernikahan dini merupakan suatu masalah. Karena itu, pentingnya pemberian pendidikan yang tepat terhadap anak di dalam keluarga," kata Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim H Hadi Mulyadi baru-baru ini. 

 

Anak-anak yang menikah usia dini adalah korban kurang pahamnya keluarga atau orang tua dalam merencanakan kehidupan berkeluarga dengan baik. 


Misal, bagaimana merencanakan anak harus sekolah atau kuliah, kerja dan menikah. Karena itu, permasalahan ini menjadi perhatian semua pihak tak terkecuali instansi yang menangani Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Benua Etam. 


"Terkhusus saya meminta kepada lembaga KUA untuk mensosialisasikan agar tidak terjadinya pernikahan dini di daerah ini. Begitu juga instansi yang menangani PPPA. Semoga ini menjadi perhatian kita bersama," jelasnya.(jay/her/yans/sul/ri/humasprovkaltim)

Berita Terkait