Jangan Pernah Ragu Jadi Petani

Jangan Pernah Ragu Jadi Petani

 

Saat menghadiri Rembug Utama pada ajang Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XIV Tahun 2014 di Malang, Jawa Timur, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan bahwa pertanian merupakan soko guru pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Menurut dia, pelaku usaha terlebih lagi para pelaku utama (petani) tidak perlu ragu menekuni usaha pertanian dengan berbagai sub sektor di dalamnya, baik peternakan, pertanian tanaman pangan, perkebunan, kelautan dan perikanan maupun usaha-usaha kehutanan.    

Usaha pertanian lanjut gubernur, menentukan produksi pangan yang sangat dibutuhkan  manusia. Sampai kapan pun pangan akan tetap dibutuhkan. Bahkan dengan bertambahnya penduduk dunia, kebutuhan pangan sudah pasti akan terus meningkat.

Karena itu, kemandirian dan ketahanan pangan akan sangat menentukan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Bagi Kaltim, terpenting saat ini adalah menetapkan dan menegaskan kawasan pertanian yang tidak boleh dialihfungsikan.

“Saya sangat setuju dan mendukung apa yang dikemukakan Ketua DPN HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia), Prabowo Subianto untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan. Sebab hal ini sesuai dengan kebijakan daerah yang memrioritaskan program pertanian dalam arti luas,”  ujar Awang Faroek Ishak.

Namun diakuinya, pengembangan kegiatan pertanian di daerah masih kerap menemui kendala diantaranya alih fungsi lahan produktif dan tumpang tindih lahan. Akibat permasalahan tersebut, kegiatan sektor pertanian terus mengalami kendala hingga  luas lahan dan produksi pangan terus menurun. Awang menyebut, perlu intervensi dan komitmen yang kuat pemerintah dengan memberdayakan masyarakat termasuk sektor privat (swasta).

Kaltim merupakan salah satu provinsi dari 12 provinsi yang mendapat perhatian khusus dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi sentra pengembangan pertanian dalam penyediaan pangan utama baik padi, jagung, kedelai, ubi kayu, daging sapi dan ikan.

Terpenting  saat ini ujar Awang Faroek adalah bagaimana lahan-lahan pertanian yang sudah ada dan tersebar di 11 kabupaten  baik di Kaltim maupun Kaltara itu tidak berkurang, sebaliknya terus bertambah.

Pemprov terus  berupaya memfasilitasi petani agar benar-benar memiliki lahan yang tetap dan tidak dialihfungsikan melalui sertifikasi lahan. Termasuk telah dibuatkan peraturan daerah berkaitan kawasan produktif atau lahan pertanian.

Selain itu, kegiatan pertanian tidak lagi dikelola dengan cara tradisional tetapi menggunakan pola modern atau didukung mekanisasi (alat pertanian dan teknologi tepat guna) sehingga produksi dan produktifitas pertanian bisa terus ditingkatkan.

“Pemerintah telah berjanji akan menggelontorkan anggaran bagi 12 provinsi masing-masing Rp1 triliun untuk mendukung pengembangan pertanian dalam arti luas. Komitmen ini nantinya akan benar-benar diwujudkan oleh pemerintah pusat,” jelasnya.

Dirinya berkeyakinan melalui pengembangan sektor pertanian di daerah dengan didukung pusat dengan alokasi APBN dan peran serta pihak swasta dan masyarakat maka pertanian Kaltim akan mampu menopang perekonomian daerah bahkan nasional. (tim humas)

Gubernur Ajak Generasi Muda Bangun Pertanian Kaltim

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengajak generasi muda yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ataupun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) turut berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan daerah.     

“Tidak hanya aktif dalam mengembangkan kegiatan kepemudaan,  tetapi bagaimana memberikan kontribusi dan ikut serta dalam pembangunan daerah, dengan melihat dan memanfaatkan peluang usaha khususnya pada sektor-sektor yang menjadi program prioritas pembangunan di daerah ini,” kata Awang Faroek dalam sebuah kesempatan.

Menurut dia, peluang usaha tidak hanya pada sektor pertambangan batu bara dan jasa konstruksi yang saat ini sedang booming, melainkan pada sektor lain,  misalnya pertanian dalam arti luas (perkebunan, perikanan, kehutanan dan lainnya) yang menjadi fokus pengembangan Kaltim ke depan. Dimana Kaltim berupaya untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan.

“Pertanian kita terus dikembangkan, ada enam komoditi yang menjadi fokus utama, yakni padi, jagung, kedelai, singkong, sapi dan ikan. Peluang ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh generasi muda kita. KNPI dan Hipmi selaku wadah berkumpulnya pemuda, harus ikut mengembangkan,” jelasnya.

Selain membantu mewujudkan swasembada pangan di Kaltim, keterlibatan pemuda dalam pembangunan pertanian dalam arti luas sedikit banyak akan memberikan dampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai contoh, jika ada pemuda yang mengembangkan usaha budidaya ikan keramba jaring apung dengan komoditi ikan ekspor. Usaha budidaya ini tentu saja membutuhkan tenaga kerja. Tenaga kerja itu bisa didapatkan melalui masyarakat sekitar tempat usaha. Hal ini akan membantu pemerintah dalam upaya menekan angka pengangguran dan angka kemiskinan. Begitu juga dengan usaha lainnya. Ini akan memberikan dampak positif  bagi masyarakat,’ ucapnya.

Guna memulai ataupun mengembangkan usaha, ujarnya, para pemuda bisa memanfaatkan program penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) melalui sejumlah bank, termasuk Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim. Selain itu juga tersedia berbagai skim kredit pertanian di BPD Kaltim, yaitu Kredit Perikanan Sejahtera, Kredit Ternak Sejahtera, Kredit Sawit Sejahtera dan Kredit Pangan Sejahtera.

“Terkait dengan pendanaan tersebut, Pemprov Kaltim telah mengalokasikan anggaran melalui BPD Kaltim yang nilainya lebih dari Rp1 triliun. Manfaatkan ini sebaik-baiknya. Mari kita bangun Kaltim bersama-sama,” ujarnya. (tim humas)

///FOTO : H Awang Faroek Ishak

 

Berita Terkait