Jangan Sampai Terjadi Penolakan Masyarakat, Kasus Meninggal Covid-19 di Kaltim Tambah 1

Dok.humaskaltim

SAMARINDA - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim Andi Muhammad  Ishak mengatakan,  sampai saat ini masih terjadi penambahan jumlah kasus positif Covid-19.  Fakta ini kiranya bisa menjadi perhatian  masyarakat, karena  virus Corona masih mengancam penduduk  Benua Etam. 

Guna memutus mata rantai penularan, diperlukan dukungan penuh masyarakat. "Apabila dilakukan tressing untuk pemeriksaan, kita harapkan tidak terjadi penolakan dari masyarakat, karena itu dilakukan semata-mata untuk masyarakat itu sendiri.  Semakin cepat dilakukan identifikasi maka semakin cepat pula dilakukan isolasi," kata Andi saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan Covid-19 di  Kaltin  melalui Video Conference, Jumat  (12/6). Diharapkan dukungan dan  kerjasama masyarakat betul-betul ditumbuhkan serta tetap  melaksanakan protokol kesehatan. 

Selanjutnya dia memaparkan perkembangan terakhir Covid-19 di Kaltim, per Jumat  12 Juni 2020, jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) ada penambahan 136 kasus sehingga totalnya  sebanyak 11.199 kasus, kemudian ada  88 yang selesai pemantauan sehingga totalnya 10.727 kasus, dan yang masih dalam proses pemantauan  ada 472 kasus.

Untuk yang terkonfirmasi positif ada  penambahan 8 kasus yaitu Kutai Barat 1 kasus, Balikpapan 2 kasus, Kukar  2 kasus dan Samarinda 3 kasus,  sehingga jumlah kasus positif sebanyak 373. Kasus sembuh ada penambahan 11 dari Kukar 3 kasus, Kutim 2 kasus dan Balikpapan 6 kasus, total  sembuh 247 kasus. Sementara itu yang meninggal dunia ada penambahan 1 kasus dari Balikpapan,  laki-laki 68 tahun sehingga total 4 orang.(mar/ri/humasprov kaltim).

Berita Terkait