Jauhar Sebutkan Status Desa Tartinggal Naik Menjadi Desa Berkembang

SAMARINDA - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim, HM Jauhar Efendi mengatakan berdasarkan hasil evaluasi perkembangan desa melalui indeks desa membangun (IDM), ratusan desa tertinggal dan sangat tertinggal naik statusnya menjadi desa berkembang.

"Dari 841 desa di Kaltim yang berasal dari tujuh kabupaten pada tahun sebelumnya rata-rata masih berstatus desa tertinggal. Namun tahun 2019 mengalami peningkatan, naik statusnya menjadi desa berkembang," kata Jauhar Efendi, belum lama ini.

Ditambahkan, pada 2017 di Kaltim masih memiliki desa sangat tertinggal, yakni sebanyak 137 desa (16,29 persen) tapi pada 2019 turun menjadi 24 desa (2,85 persen). Kemudian desa tertinggal pada 2017 semula berjumlah 381 desa (45,30 persen) turun menjadi 277 desa (23,94 persen) pada 2019.

Kemudian, desa berkembang pada 2017 sebanyak 289 desa (34,36 persen) naik menjadi 415 desa pada 2019. Desa maju pada 2017 sebanyak 32 desa (3,80 persen) naik menjadi 109 desa (12,96 persen) pada 2019. Dan desa mandiri pada 2017 sebanyak 2 desa (0,24 persen) naik menjadi 10 desa (1,19 persen) pada 2019.

"Kita bersyukur target penurunan status desa tertinggal dan sangat tertinggal selama kurun waktu lima tahun dalam RPJMD Kaltim 2019-2023 sebanyak 150 desa sudah terlampaui. Kalau dirata-ratakan target penurunan setiap tahun kurang lebih ada 30 desa," ujarnya.

Capain yang luar biasa tersebut, kata Jauhar, merupakan komitmen dan kesungguhan pemerintah pada semua tingkatan mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa. Dan tidak ketinggalan partisipasi para pendamping desa serta semua pihak yang terkait.

"Karena itu, sinergi harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan, sehingga status desa sangat tertinggal dan desa tertinggal tidak ada lagi. Semuanya sudah naik menjadi desa berkembang, maju dan desa mandiri," kata Jauhar. (mar/her/yans/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation