Jawab Tantangan Masa Depan

Pengembangan Kurikulum Pendidikan 2013


SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan, tantangan pengembangan kurikulum didasarkan pada tantangan masa depan, yaitu globalisasi, masalah lingkungan hidup, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan konvergensi iptek.
”Selanjutnya, ekonomi berbasis pengetahuan, kebangkitan industri kreatif dan budaya, pergeseran kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan imbas tekno sains, mutu dan investasi serta transformasi pada sektor pendidikan,” kata Gubernur yang diwakili Staf Ahli bidang Pendidikan, Dr Bohari Yusuf, pada Seminar Nasional “Kurikulum 2013 Harapan Baru Menuju Pendidikan Bermutu” di ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (23/5).
Tantangan masa depan tersebut, sambung dia, memerlukan kompetensi masa depan, seperti kemampuan berkomunikasi, kemampuan berpikir jernih dan kritis, kemampuan untuk mengerti suatu permasalahan, kemampuan menjadi warga negara yang bertanggung jawab, kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, kemampuan untuk hidup dalam masyarakat global. Selain itu, juga harus memiliki minat luas dalam kehidupan, memiliki kesiapan untuk bekerja, memiliki kecerdasan sesuai bakat dan minatnya, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan hidup.
“Aspek-aspek tersebutlah yang selanjutnya menjadi dasar-dasar kurikulum 2013. Kita ingin di saat kita mendapatkan bonus demografi pada 2025 atau bahkan pada 2045, anak-anak kita yang saat ini menempuh pendidikan dasar dan menengah akan mampu bersaing secara global,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kaltim, Dr Bambang Utoyo, selaku ketua panitia pelaksana, mengungkapkan pelaksanaan Seminar Nasional tentang Kurikulum 2013 ini, dilatarbelakangi LPMP sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikbud yang berada di provinsi, memiliki tanggung jawab moral dan yuridis untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberi kontribusi terhadap pemerintah daerah (pemda).
“Serangkaian proses penjaminan mutu sudah dilakukan disesuaikan dengan program pemda untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat.  LPMP harus mereposisi perannya menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam upaya-upaya yang sinergis dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan budaya mutu pada pemda dan satuan pendidikan,” ungkapnya.
Menurut dia, Pemprov Kaltim dibawah kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak dan Wakil Gubernur Farid Wadjdy, memiliki komitmen yang kuat dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dalam program Kaltim Cemerlang (Cerdas, Merata dan Prestasi Gemilang).
“Komitmen provinsi ini menjadi potensi sinergis yang besar bagi LPMP untuk bersama-sama mewujudkan Kaltim Cemerlang,” jelasnya.
Dijelaskan tujuan Seminar Nasional yang terselenggara atas kerjasama LPMP Kaltim, Pemprov Kaltim dan Ikatan Alumni Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta (Ikacana UNJ) wilayah Kaltim ini adalah untuk mengkaji dan mendiskusikan secara kritis antisipatif tentang kebijakan implementasi Kurikulum 2013 sebagai jalan baru menuju terwujudnya pendidikan bermutu. (her/hmsprov)
 

Berita Terkait
Government Public Relation