Jembatan Mahakam IV Target Oktober Selesai, Progres Bentang Tengah Sudah 62 Persen

Kondisi terkini pembangunan Jembatan Mahakam IV atau Jembatan Kembar Mahakam. Progress bentang tengahnya sudah mencapai 62 persen. (umar/humasprov)

 

SAMARINDA – Kepala Dinas PUPR dan Pera Kaltim HM Taufik Fauzi melalui Kepala Bidang Bina  Marga, Joko Setiono mengatakan pembangunan penyelesaian pembangunan Jembatan Kembar (Mahakam IV) kini terus di kebut. Progres bentang tengahnya saat ini sudah mencapai 62 persen. Target Oktober selesai. 

Joko Setiono menjelaskan, pembangunan Jembatan Kembar ada tiga kegiatan yaitu pembangunan untuk bentang tengahnya dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan, kemudian jalan pendekat  sisi kota dikerjakan PT Waskita Karya  dan KSU Surya Bhakti dan dan jalan pendekat sisi seberang dikerjakan  PT Jaya Kontruksi.

“Untuk jalan pendekat sisi kota  progresnya sudah 74 persen, Sedangkan jalan pendekat di sisi seberang sudah mencapai 53 persen. Setelah selesai pada Oktober, kemudian  pada Nopember dipersiapkan untuk evaluasi tim Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan untuk mengecek kelayakan jembatan tersebut," kata Joko Setiono pada rapat inventarisir permasalahan proyek strategis nasional dan daerah Kaltim, Rabu (2/5) lalu.  

Evaluasi juga akan dilakukan oleh Komite Keamanan Konstruksi, sebuah komite baru yang dibentuk menyikapi seringnya terjadi kecelakaan konstruksi saat pelaksanaan pembangunan gedung, jalan laying dan lain-lain. “Komite baru ini sifatnya menyeluruh  untuk semua kegiatan infrastruktur,” imbuh Joko.

Saat ini, lanjut Joko  kontraktor terus bekerja untuk penyelesaian pemasangan erection girder (pemasangan balok girder ke atas tumpuannya) dan pembangunan pilar jembatan  mulai dari pier 12 dan 13 dari bawah dan pilecap polding pendukung yang tingginya kurang lebih 80 meter.

"Untuk mengejar target penyelesaian pembangunan jembatan kembar, kontraktor  telah menambah ponton service untuk  percepatan  perpindahan material rangka baja jembatan yang sudah disusun di darat secara parsial untuk diangkut ke lokasi  pembangunan bentang tengah, jadi ponton pilar 12 akan tetap stanby, sementera ponton service yang akan bolak balik mengantar material rangka jembatan untuk dirakit kembali di atas sungai," ujarnya. 

Kemudian  untuk jalan pendekat  sisi kota  sampai saat ini  progresnya sudah 74 persen, ini juga ditargetkan bulan Oktober selesai, Akhir bulan Mei sudah mulai melangsir gilder (gelagar beton) yang sebelumnya sudah dipesan di  Kerawang (Jawa Barat)  dengan pengiriman dua tahap. Untuk tahap pertama dikirim gilder sisi darat menuju bentang tengah. 

Untuk  jalan pendekat  sisi seberang  saat ini progresnya sudah 53 persen. Hal itu sempat terhambat  karena adanya  pengerjaan jalan peralihan dari  Jalan Patimura ke  Jalan APT Pranoto. Walaupun demikian saat ini sudah melaksanakan pemasangan dinding penahan tanah di jalan peralihan tersebut. "Pembangunan  jalan pendekat untuk sisi kota dan  sisi seberang  maupun pembangunan bentang tengah  sesuai kontrkak selesai akhir Oktober 2018 selesai," pungkasnya. (mar/sul/humasprov)

Berita Terkait