Jembatan Timbang Kilometer 17 Balikpapan Akan Dipindah

SAMARINDA – Mengantisipasi kerusakan jalan karena beban kendaraan yang melebihi tonase, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim akan memindahkan Jembatan Timbang di kilometer 17 Karang Joang, Balikpapan, yang kapasitasnya sudah terbatas, yakni hanya bisa melayani kendaraan kecil dengan bobot maksimal delapan ton.


Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, H. Zairin Zain saat Diskusi Bulanan garapan Diskominfo Kaltim dengan Tema Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Kaltim, Kamis (21/2).


“Jembatan timbang yang berlokasi di Karang Joang Balikpapan, akan   kita pindah karena di lokasi saat ini lahannya sudah sempit, padahal kendaraan yang lewat panjang dan beratnya telah melebihi kemampuan jembatan timbang tersebut,” ujarnya.


Idealnya sebuah jembatan timbang harus memiliki kelayakan sebagaimana amanat Menteri Perhubungan Nomor 5 tahun 1995, antara lain harus dilengkapi gedung operasional, lapangan parkir, gudang penyimpanan barang, lapangan penumpukan barang dan gedung genset.


Dengan lokasi yang sangat terbatas ini, banyak kendaraan yang membawa muatan tidak melewati jembatan timbang karena kesulitan saat masuk dan keluar jembatan timbang.


Rencananya pemindahan lokasi jembatan timbang itu, terdapat tiga lokasi yang direkomendasikan, yakni kilometer 30,  32 dan di kilometer 47 Balikpapan.


Sementara kendaraan-kendaraan kecil seperti, jenis pick up dan truck banyak yang tidak menimbang berat muatan karena para sopir berpikir beratnya tidak melebihi tonase jalan.


“Jadi memang perlu kesadaran dan mental para sopir yang perlu diubah sehingga para sopir memiliki kesadaran untuk menimbang berat muatan kendaraan,” harapnya.


Selain memindahkan Jembatan Timbang Balikpapan, Dishub juga akan membangun jembatan timbang di Kota Bontang dan Kutai Timur sehingga akan memiliki keseimbangan dan keterkaitan dengan jembatan timbang lainnya.


Pembangunan jembatan timbang di kabupaten/kota tersebut, Dinas Perhubungan Kaltim menyerahkan penentuan lokasi kepada pemerintah masing-masing. “Keberadaan jembatan timbang ini penting  untuk mengantisipasi kerusakan jalan akibat kelebihan tonase terutama pada angkutan komoditas batu bara dan kelapa sawit,” ujarnya.(yul/hmsprov).

///Foto : Kepala Dinas Perhubungan H. Zairin Zain bersama Kadis Kominfo Abdullah Sani dan Kasi Jembatan Bidang Binamarga Dinas PU Kaltim Budi Laksono pada  Diskusi Bulanan dengan Tema Infrastruktur Jalan dan Jembatan.(yuliawan/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait