Jeram Mahulu Destinasi Wisata Kaltim

Optimalkan Promosi ke Tingkat Dunia

MAHULU –  Sungai Mahakam merupakan sungai terbesar di Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki panjang 920 km dengan lebar antara 100 hingga 500 meter melintasi  Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

Dimana pada bagian hulu sungai utama Mahakam yaitu di kawasan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) banyak terdapat jeram-jeram (riam) yang berjumlah 23 jeram yang tersebar di sepanjang 50 km.

Bagi wisatawan yang menyukai aktivitas wisata yang sifatnya menantang sangat mengasyikan sekali bila menelusuri Sungai Mahakam di bagian hulu ini. Utamanya untuk mencapai jeram-jeram tersebut dengan menggunakan long boat.

Ditempuh melalui jalur darat dari Kota Samarinda setidaknya diperlukan waktu selama tiga hari. Jika menggunakan pesawat dari Bandara Temindung Samarinda, waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam menuju Bandara Datah Dawai di Desa Long Lunuk, Kecamatan Long Pahangai.

Sementara dari Bandara Datah Dawai dilanjutkan menyusuri Sungai Mahakam sampai ke arah hulu dengan dengan gemuruh suara air sungai yang dingin. Melalui kelokan-kelokan bebatuan jeram serta pemandangan alam berupa hutan, pegunungan dan tebing bebatuan yang sangat alami.

Jeram atau riam hanyalah salah satu dari sekian banyak potensi kepariwisataan yang dimiliki Mahulu. Diantaranya, air terjun yang juga ternyata menjadi objek wisata alam unggulan kabupaten termuda di Kaltim itu.

Air terjun yang paling terkenal di kalangan masyarakat setempat bahkan digadang menjadi destinasi wisata alam (ecotourisme) Mahulu yakni Air Terjun Nyani Jantur dan tim penilai panji keberhasilan pembangunan pariwisata dan kebudayaan Kaltim melalui Profesor Abdur Rachim mengakui potensi yang besar harus dimbangi dengan promosi yang tinggi dari jajaran pemerintah daerah dengan melibatkan kompenen terkait.

“Potensi wisata dan budaya di sini sangat besar. Namun, promosi harus lebih gencar hingga ke mancanegara,” kata Abdur Rachim usai pertemuan dengan jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mahulu, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah daerah dapat melibatkan Asita dan PHRI maupun penggiat serta pelaku usaha wisata serta budaya di daerah dan luar daerah agar terus intensif memromosikan potensi yang dimiliki agar lebih diketahui orang luar.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mahulu Alfred menyebutkan Mahulu memiliki tidak kurang 23 jeram yang sangat potensial dikembangkan untuk wisata alam atau petualangan alur air.

Selain itu, beberapa desa telah ditetapkan menjadi Desa Wisata Budaya yang menjadi kawasan atau objek kebudayaan khas masyarakat Dayak dari berbagai etnis di daerah hulu Mahakam.

“Guna memudahkan akses ke Kampung Budaya. Kami mendapat dukungan pusat melalui Kementerian Pariwisata dana sekitar Rp3,2 miliar untuk pembangunan dermaga tambat perahu atau dermaga kepariwisataan di Desa Batu Majang etnis Dayak Kenyah serta Kampung Long Puyoq etnis dayak Bahau,” sebut Alfred.

Dia menjelaskan target Pemkab Mahulu nantinya setiap kecamatan minimal memiliki satu desa atau kampung budaya. Namun, prioritas utama membangun  infrastruktur guna memudahkan akses wisatawan ke objek wisata dan budaya.

Terlebih utama lagi ujar Alfred, selain mengembangkan Bandara Datah Dawai,  Pemkab juga akan segera membangun bandara di pusat ibukota kabupaten dan bandara perintis di sekitar  Kampung Tiong Ohang Kecamatan Long Apari. (yans/sul/humasprov)

/// Foto. POTENSI WISATA. Air terjun Haloq, Kutai Barat. (ist/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait
Government Public Relation