Jerman Ajak Kaltim Kerjasama Semua Bidang

SAMARINDA - Jerman membuka kesempatan kerjasama  dengan Pemprov Kaltim untuk semua bidang pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah daerah, mulai bidang pendidikan, lingkungan, perubahan iklim, kebutuhan energi, termasuk juga infrastruktur.

Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekprov Kaltim, Bere Ali usai menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Johann Georg Michael Wirchel, mengatakan, Pemerintah Jerman sudah lama melakukan kerjasama dengan Kaltim, namun demikian kerjasama belum semua menyentuh bidang yang menjadi fokus pembangunan Pemprov Kaltim.

“Setelah melihat program yang kami sampaikan, Pemerintah Jerman menyatakan siap bekerjasama di semua bidang dengan Kaltim. Banyak peluang kerjasama maupun investasi yang mereka bisa laksanakan di Kaltim. Bahkan, kerjasama tentang penanganan perubahan iklim dan lingkungan sangat dimungkinkan. Pasalnya, mereka sangat konsen di bidang tersebut,” kata Bere Ali di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (15/3).

Kerjasama yang saat ini telah berjalan dengan Pemerintah Jerman adalah program melindungi dan memelihara keberlanjutan hutan. Setelah kunjungan ini, pihak Pemerintah Jerman siap memberikan informasi tambahan agar semakin banyak kerjasama yang dilakukan antara Jerman dan Kaltim.

Ada banyak peluang kerjasama, termasuk untuk pembangkit listrik. Pemerintah Jerman siap membantu Kaltim membangun pembangkit listrik dengan sumber bahan baku batu bara.

“Pemerintah Jerman tidak banyak mengetahui kondisi Kaltim dan apa yang diperlukan daerah ini. Setelah kunjungan ini, mereka berharap kerjasama dilanjutkan,” jelasnya.

Sedangkan Dubes Jerman untuk Indonesia Johann Georg Michael Wirchel siap memberikan informasi kepada Pemerintah Jerman atas peluang kerjasama dengan Kaltim, begitu juga dengan investasi.

“Hasil dari kunjungan ini akan kami sampaikan ke Pemerintah Jerman. Semoga Pemerintah Jerman dapat membantu Kaltim melalui investasi, khususnya pembangunan energi ramah lingkungan. Karena Kaltim sangat komitmen tentang penyelamatan lingkungan,” jelasnya. (jay/sul/es/hmsprov)

Berita Terkait