JMF Cara Tepat Kurangi Jumlah Pengangguran

Daya Serap Tenaga Kerja Meningkat 316.346


SAMARINDA – Komitmen kuat Gubernur Awang Faroek Ishak yang tak pernah berhenti melakukan berbagai terobosan program pembangunan untuk mengurangi jumlah pengangguran di Kaltim menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Hasil nyata yang bisa dilihat adalah menurunnya jumlah pengangguran. Daya serap tenaga kerja di Kaltim mencapai 1.619.118 orang atau sekitar 316.346 lebih tinggi dari daya serap pada awal kepemimpinan Gubernur Awang Faroek di akhir 2008.
Kepala Dinas Tenaga dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, H Ichwansyah didampingi Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja, HS Abdullah menjelaskan bahwa selama pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2009 – 2013  jumlah tenaga kerja yang terserap di berbagai lapangan kerja terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2008 lalu jumlah tenaga kerja terserap masih sekitar 1.302.772 orang.  Dan hingga 31 Agustus 2012, jumlah tenaga kerja terserap sudah mencapai 1.619.118 orang.
“Ini pertanda positif bahwa pembangunan yang dilaksanakan berdampak sangat baik bagi masyarakat dan pencari kerja. Dengan pembenahan yang terus kami lakukan, khususnya dalam revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai daerah, saya yakin daya serap tenaga kerja Kaltim akan semakin baik lagi ke depan,” kata Ichwansyah.
Rincian serapan tenaga kerja tersebut terbagi dalam berbagai lapangan usaha ekonomi. Secara rinci adalah sebagai berikut,  sektor usaha pertanian sebanyak 459.077 orang (28,36% ), sektor pertambangan dan galian sebanyak 161,898 orang (10%), sektor industri pengolahan sebanyak 96.777 orang (5,98%), sektor listrik, gas dan air minum sebanyak 6.168 orang (0,38%), sektor bangunan sebanyak 104.930 orang (6,48 % ), sektor perdagangan, hotel dan restoran sebanyak 347.740 orang (21,48%), sektor angkutan dan telekomunikasi sebanyak 73.704 orang (4,56 %), dan sektor jasa lainnya sebanyak  314.386 orang ( 19,42 % ).
Serapan sektor usaha pertanian masih menjadi yang tertinggi menjadi profesi 459.077 orang, disusul sektor perdagangan, hotel dan restoran sebanyak 347.740 orang dan sektor jasa lainnya sebanyak   314.386 orang.
“Lebih jauh lagi, jika lihat dari struktur penyerapan tenaga kerja yang bekerja di sektor formal sebanyak   853.443 orang (52,71%) dan sebanyak  765.675 orang (47,29%) bekerja pada sektor informal,” imbuh Ichwansyah.
Kesempatan kerja setiap tahunnya juga semakin terbuka. Jika pada 2009  masih sekitar 1.286.712 orang, maka pada 2012 kesempatan kerja terbuka mencapai 1.619.381 lowongan.
Selain menggencarkan revitalisasi BLK, Disnakertrans Kaltim juga berupaya keras membangun kepercayaan masyarakat untuk menjadi wirausahawan-wirausahawan baru produktif dengan berbagai program kewirausahaan.
Bukan hanya itu, Disnakertrans Kaltim lanjut Ichwansyah, juga menyiapkan Bursa Kerja Online yang dapat diakses melalui internet dari mana saja. Secara rutin Disnaketrans juga menggelar Job Market Fair (JMF) atau bursa pasar kerja. Kedua program ini sama-sama memiliki tujuan untuk mempertemukan para pencari kerja dan perusahaan pengguna tenaga kerja. Fasilitasi pemerintah ini juga sangat   efektif untuk menekan angka pengangguran di Kaltim.
Ambil contoh, jika membandingkan hasil penyelenggaraan JMD 2012 lalu, daya serap tenaga kerja hanya sebanyak 850 orang (69,05%) dari jumlah pelamar sebanyak 1.231 orang dengan jumlah lowongan/peluang kerja yang disediakan perusahaan pengguna tenaga kerja  sebanyak 3.543 lowongan dari target daya serap sebanyak 1.000 orang.  
Dari penyelenggaraan JMF, April lalu di Samarinda tercatat jumlah tenaga kerja yang terserap sebanyak  1.391 orang dari jumlah pelamar sebanyak 1.889 orang atau 73,64 %. Sedangkan lowongan yang disediakan perusahaan pengguna tenaga kerja  adalah 3.882 lowongan.
Mengingat efektifitas penyelenggaraan JMF untuk menekan angka pengangguran, maka tahun ini Disnakertrans Kaltim akan menggelar JMF di empat kota, yakni Samarinda, Balikpapan, Bontang dan Tarakan.  JMF di Balikpapan akan digelar pada 11 – 13 Juni mendatang.  Target daya serap tenaga kerja yang diharapkan dari penyelenggaraan JMF di empat kota secara keseluruhan adalah sebanyak 3.000 orang.  
Secara keseluruhan selama penyelenggaraan kegiatan pameran bursa kerja/JMF telah tercatat sebanyak  3.069 orang yang diterima oleh perusahaan penggunan tenaga kerja di Kalimantan Timur diluar data rekruitmen tenaga kerja yang dilakukan secara langsung oleh perusahaan.
“Sekali lagi, JMF adalah media yang sangat tepat untuk menekan jumlah pengangguran di Kaltim,” kata Ichwansyah. (sul/hmsprov)

///Foto : H Ichwansyah
 

Berita Terkait
Government Public Relation