Joget Caesar Jadi Pengobat Ngantuk

SAMARINDA - Joget Caesar yang mewabah dimana-mana, juga menjangkiti para peserta Jambore Pemuda Indoenesia (JPI)  yang datang dari seluruh Indonesia. Namun, joget Caesar ini bukan sebagai alat untuk berhura-hura, melainkan justru sebagai alat untuk pengusir kantuk di sela-sela ceramah yang dilaksanakan hingga tiga kali sehari.

Joget Caesar juga dilakukan untuk memperebutkan hadiah dari panitia atau narasumber berupa baju kaos dan  buku-buku. Untuk penilaian tentu saja para peserta yang mndapatkan tepuk tangan meraih dari peserta lainnya yang menjadi pemenang. Tidak pelak, kontingen dari Aceh hingga Papua ikut mengirimkan wakilnya untuk dapat dinilai berjoget Caesar.

Selain Joget Caesar, lagu dari Sulawesi Utara berjudul “Ke Kiri dan Ke Kanan” juga digunakan oleh peserta untuk pengusir kantuk dan mengakrabkan seluruh kontingen  karena ratusan peserta maju ke depan panggung untuk menari bersama.

“Badan terasa segar habis ikut menari Caesar dan joget yang dipandu teman-teman dari Sulawesi Utara,” ujar Dewi dari Provinsi Bali.

Bahkan ada beberapa peserta yang mengajukan usul kepada panitia agar Joget Caesar dan lagu dari Sulawesi Utara ini menjadi tarian dan lagu wajib di kala sesi ceramah berakhir.(yul/hmsprov).

///FOTO : Sejumlah peserta Jambore Pemuda Indonesia 2013 sedang berjoget Caesar.(yuliawan/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation