Jokowi akan Pilih Program yang Berdampak Bagi Masyarakat

Buka Musrenbang Regional se-Kalimantan

 

TARAKAN - Presiden Joko Widodo menyatakan apresiasi terhadap usulan prioritas pembangunan di Pulau Kalimantan yang disampaikan melalui Pj Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Forum Kerjasama Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan (FKRPPRK) di Tarakan, Senin malam (15/12).

Pada bagian sambutan selamat datang, Irianto Lambrie mendapat titipan untuk disampaikan kepada Presiden, yaitu hasil kesepakatan FKRPPRK yang pada siang sebelumnya mengajukan sejumlah usulan proyek pembangunan berskala prioritas agar masuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Forum Musrenbang se-Kalimantan sempat gundah lantaran banyak proyek prioritas di 2015 tidak masuk dalam Buku III Rancangan Teknokratik RPJMN 2015-2019 yang berisi daftar pembangunan wilayah se-Indonesia, karena itu perwakilan forum Musrenbang dari Kaltim, Kalsel, Kalbar, Kalteng dan Kaltara sebagai tuan rumah perlu melakukan koreksi dan langsung melakukan rapat penyelarasan usulan RPJMN 2015-2019.

Bahkan Plt Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi MS yang hadir pada Musrenbang Regional Kalimantan itu juga menyatakan, Pusat harus bisa mengakomodir usulan Kalimantan pada dokumen RPJMN 2015-2019.

Sementara itu, usulan yang disampaikan ke Presiden melalui Irianto meliputi; percepatan dan penyelesaian pembangunan jalan trans Kalimantan, percepatan dan penyelesaian perkeretaapian, pelabuhan laut  untuk mendukung program poros maritim Indonesia, bandara di ibukota provinsi dan perintis, pembangkit listrik dan jaringan interkoneksi, bendungan dan jaringan irigasi, percepatan penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) dan isu lingkungan hidup, serta pembangunan wilayah perbatasan.

Sehubungan dengan itu, menurut Presiden Jokowi, dia akan memilah proyek-protek mana yang nantinya akan diplih dan masuk pada RPJMN 2015. ”Tadi banyak sekali yang disampaikan Pak Irianto, nanti kita pilih mana kira-kira yang bisa masuk ke 2015 yang nantinya bisa berdampak pada masyarakat dan ekonomi nasional,” katanya.

Dia juga mengaku kaget ketika menanyakan pada Menteri Bappenas mengenai perencanaan sejumlah proyek pembangunan, apakah sudah ada atau belum untuk bisa langsung dilaksanakan.

”Ternya belum, padahal duitnya ada. Duitnya cuman apa? Urusan saya. Duitnya ada, anggaran itu ada. Nanti saya buka, kalau saya buka sekarang semua orang akan mengajukan. Saya akan pilih yang kira-kira bisa berdampak kepada masyarakat itu yang mana?” jelasnya yang kemudian disambut tepuk tangan hadirin.

Pada bagian lain pidatonya Presiden Jokowi mengatakan, dalam membangun pemimpin dan masyarakat harus berpikir nasional. Jangan berpikir untuk kepentingan wilayahnya sendiri. Selain itu, sebuah negara juga tidak akan menjadi kaya atau maju karena ditentukan oleh kekayaan sumber daya alammnya, melainkan oleh kebijakan publik yang baik dan tepat. Hal tersebut sudah dicontohkan negara Singapura yang tidak punya sumber daya alam, begitu juga China, Korea dan Jepang yang sudah melaju sangat pesat.

Musrenbang Regional Kalimantan, Forum Kerjasama Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan (FKRPPRK) berlangsung sampai hari ini dan akan berlanjut mengikuti Musrenbang Nasional Kamis lusa (18/12) di Jakarta. Sedangkan Presiden hari ini melanjutkan perjalanannya ke Kabupaten Nunukan untuk melihat kawasan perbatasan di daerah tersebut.(ri/sul/es/hmsprov)

////FOTO :  Pengembangan pertanian dalam arti luas merupakan salah satu program prioritas Kaltim yang pro rakyat.(dok/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation