Jokowi Respon Positif Program Pembangunan Kaltim

Pertemuan Presiden dengan Lima Gubernur Kalimantan

JAKARTA - Lima Gubernur se Kalimantan, diterima  Presiden Joko Widodo untuk pemamparan hasil Musrenbang Regional Kalimantan. Pertemuan yang berlangsung di  Istana Negara, dipimpin koordinator Forum Kerjasama Repitalisasi Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan,  Teras Narang.

Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak, menegaskan  paparan terkait rencana pembangunan wilayah Kalimantan itu mendapat respon positif presiden Jokowi, termasuk berbagai rencana pembangunan di Kaltim.

Menurut Awang Faroek,  paparan yang disampaikan adalah   berbagai kegiatan pembangunan di Kaltim, yakni transformasi ekonomi,  peningkatan infrastruktur serta sejumlah program strategis yang telah berjalan berkat dukungan penuh pemerintah pusat.

Sejumlah program tersebut,  antara lain seiring dengan terbitnya PP Nomor 85 tahun 2014 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan. Pembangunan jalan akses Kawasan Industri Maloy 17,5 kilometer yang saat ini telah terbangun satu  jalur.

"Selain Itu, Kementrian Perhubungan juga telah memulai tahap awal pembangunan pelabuhan CPO Maloy sisi laut dan rencana pembangunan tanki timbun Crude Parm Oil (CPO/minyak sawit) pada 2015 oleh Kementrian Perindustrian yang saat ini lahannya telah siap," kata Awang Faroek Ishak, usai melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Rabu (15/4)

Kemudian lanjut Awang  adalah pembangunan Jalan Tol Balikpapan – Samarinda 99,02 kilometer, bisa tuntas  hingga 2018 dengan panjang 36,16 kilometer,   yakni pada segmen satu  dan lima.

"Penuntasan segmen satu  sepanjang 25,07 kilometer akan dibangun melalui sistem pembiayaan proyek tahun jamak  atau Multi Years Contract (MYC) APBD  Kaltim 2015-2018 senilai Rp1,5 triliun. Pelelangan untuk segmen tersebut telah selesai dilaksanakan dan saat ini masih menunggu opini hukum kontrak," kata Awang.

Selanjutnya pembangunan Jembatan Pulau Balang untuk bentang pendek telah dilaksanakan melalui dana APBD Kaltim. Saat ini progressnya mencapai 85 persen. Sementara untuk bentang panjang, pendanaannya dilakukan melalui MYC APBN  2015-2019 senilai Rp1,4 triliun dan saat ini dalam proses lelang.

"Pelabuhan peti kemas kariangau, yang telah beroperasi sejak 2012 saat ini arus bongkar muatnya mencapai 143 ribu teus, melebihi yang direncanakan, yakni 129 ribu teus. Pada 2014 arus bongkar muat mencapai 183 ribu teus," ujarnya.

Selain itu, juga dipaparkan  tentng pembangunan Institut Teknologi Kalimantan di Kota Balikpapan, mahasiswanya saat ini dititipkan di Institut Teknik Surabaya (ITS) dan Insya Allah dengan keterbatasan fasilitas pada tahun akademik 2015 akan dimulai perkuliahn di kampus ITK Balikpapan.

"Selain ITK juga akan dibangun Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) di Tenggarong, Kukar. Sama halnya dengan ITK, kami mohon dukungan pembangunan kampus ISBI di mana kami telah menyiapkan lahan seluas 35 hektare," papar Awang.

Kemudian rencana pembangunan jembatan tol PPU-Balikpapan 6,34 kilometer  yang akan didanai dengan pola Public Private Partnership (PPP). Selain itu Menteri Pekerjaan Umum telah menunjuk dan menetapkan PT. Waskita Karya  sebagai pemrakarsa pebangunan Tekno Park.

"Maritime Tekno Park yang akan dibangun di Kawasan Industri Buluminung  PPU, Mining/Smelter Tekno Park akan dibangun di  Berau dan Agribisnis Tekno Park akan dibangun di Stiper Sangatta ," tandasnya.

Gubenur juga memaparkan Gerakan penyelamatan Sumber Daya Alam    di Kaltim,  pada 19 Maret 2015 di istana negara dilaksanakan penandatanganan kesepakatan gerakan nasional penyelamatan sumber daya alam Indonesia dihadapan Presiden RI dan Plt Ketua Komite Pemberantasan Korupsi RI. Kemudian ditindaklanjuti dalam rapat koordinasi pimpinan daerah provinsi dan kab/kota se Kaltim.

"Kami sangat mendukung kebijakan Bapak Presiden tentang gerakan nasional penyelamatan sumber daya alam Indonesia. Karena hal ini sangat sejalan dengan perjuangan Pemprov Kaltim dan aspirasi masyarakat selama ini," kata Awang

Terkait soal ketahanan pangan,  Kaltim memiliki luas areal pertanian existing seluas 56.913 hektare  dari potensi lahan sawah 127.855 hektare, kemampuan menyuplai kebutuhan beras daerah hanya 67,46 persen  atau setara dengan 271.417 ton beras atau masih kekurangan 130.949 ton. Sesuai RPJMD 2013-2018, kami mentargetkan swasembada beras pada 2018.

"Pemprov Kaltim  siap dijadikan lumbung pangan dengan program Food dan Rice Estate seluas 200.000 ha. Dalam jangka pendek, kami memerlukan dukungan penyelesaian Bendungan Marangkayu di Kukar   dengan potensi mengairi sawah 1.500 ha," katanya.

Selain itu juga dipaparkan  kedaulatan energi ketersediaan listrik dengan sistem jaringan yang ada, yakni 467,19 MW, beban puncak 443,97 MW dan cadangan 25,9 MW  belum mampu memenuhi pasokan listrik daerah. Rasio elektrifikasi di Kaltim pada 2014 sebesar 70,31 persen dengan target rasio elektrifikasi RPJMD Kaltim 2018, yakni 80 persen.

"Dalam upaya pengembangan listrik pedesaan, Kaltim telah mengembangkan potensi kelapa sawit yang bisa menghasilkan listrik 770.000  MW/thn pada 2020," paparnya.

Kemudian juga dipaparkan pembangunan kawasan strategis nasional wilayah perbatasan, Agenda Nawa Cita selanjutnya yang menjadi perhatian untuk diimplementasikan dan dicapai adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Agenda ini sejalan dengan upaya pemerintah provinsi kaltim untuk membuka keterisolasian kawasan perbatasan, dengan menghubungkan Pusat Kegiatan Strategis Nasional  Long Pahangai dan Long Apari menuju Ibukota Kabupaten Mahakam Ulu," kata Awang

Selanjutnya adalah soal Blok Mahakam, dimana berdasarkan data yang ada di blok Migas itu dihasilkan gas sekitar 1,6 miliar kaki kubik dan kondensat 67 kilo barel setara minyak. Sejak 1967 di operasikan Total E&P (Prancis) dan inpex coorporation (jepang).

"Karena itu, kami mohon dukungan Bapak Presiden, agar Kaltim mendapat kesempatan bersama pemerintah dalam pengelolaan Blok Mahakam,"kata Awang Faroek.(mar/es/hmsprov)

 

Foto: Presiden Jokowi menyambut Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak, di sela-sela pertemuan dengan lima Gubernur se-Kalimantan di Istana Negara. (Ist)

Berita Terkait
Government Public Relation