Jumlah Petani Gurem di Kaltim Menurun

Angka Tetap Sensus Pertanian (ST) 2013

SAMARINDA – Petani gurem atau petani yang hanya memiliki lahan seluas setengah hektar (0,5 hektar) di Kaltim terus mengalami penurunan selama sepuluh tahun terakhir.
Jika jumlah rumah tangga petani gurem di Kaltim pada 2003 berjumlah 56.075 rumah tangga, turun menjadi  27.326 rumah tangga pada 2013 atau terjadi penurunan sebesar 51,27 persen.
Demikian dipaparkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Aden Gultom saat menjelaskan Angka Tetap Sensus Pertanian (ST) 2013 kepada sejumlah media massa, Senin (2/11).
“Penurunan jumlah petani gurem ini karena banyaknya pembukaan lahan-lahan perkebunan, terutama kelapa sawit selama sepuluh tahun terakhir. Apalagi luas lahan di Kaltim masih sangat luas,” ujarnya.
Dijelaskan, penurunan jumlah rumah tangga petani gurem terbesar terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara yang mencapai 9.261 rumah tangga, disusul Samarinda sebesar 4.662 rumah tangga, Penajam Paser Utara sebanyak 2.615 rumah tangga. Sementara komposisi rumah tangga gurem terkecil berada di Kota Bontang dengan jumlah 1.251 rumah tangga.
Lahan-lahan yang dimiliki petani tidak saja lahan pertanian tanaman pangan tetapi dalam lingkup pertanian dalam arti luas yaitu pertanian tanaman pangan, perikanan, perkebunan dan kehutanan.
Data Tetap Sensus Pertanian (ST)  2013 ini,  telah memilah antara Kalimantan Timur dengan Kalimantan Utara, sehingga data yang disajikan hanya data dari tiga kota dan tujuh kabupaten.
“Rata-rata luas lahan yang dimiliki rumahtangga petani di Kaltim yaitu 25.178 meter persegi atau kurang lebih 2,5 hektar. Ini terjadi peningkatan sebesar 293, 14 persen dibandingkan tahun 2003 yang hanya sebesar 6.404 meter persegi,” jelasnya.(yul/hmsprov)
 

Berita Terkait
Government Public Relation