Jutaan Bibit ke IKN


Rencana pembangunan ibu kota negara (IKN) sudah di depan mata. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan sudah memberi sinyal kuat, pusat pemerintahan baru nanti tidak akan jauh dari Desa Pemaluan dan Kecamatan Sepaku. 

 

Tapi soal rencana besar ini, kritik dan protes belum juga mereda. Khususnya terkait isu lingkungan. Soal itu,  Presiden Jokowi pun sudah punya jawaban.

 

"Yang paling penting gini, bahwa kita membangun ibu kota negara yang baru ini, tetap memperhatikan lingkungan, memperbaiki lingkungan yang ada. Oleh sebab itu nanti yang paling pertama dibangun di ibu kota negara itu adalah kebun bibit, nursery, luasnya kurang lebih 100 hektar," kata Jokowi saat meninjau rencana lokasi IKN, Selasa (17/12/2019).

 

Kebun bibit itu, lanjut Jokowi, nantinya akan memuat jutaan bibit. "Artinya, kita ingin memperbaiki lingkungan di sekitar ibu kota negara," tegas mantan gubernur DKI Jakarta itu.

 

Jauh hari sebelumnya, Gubernur Isran Noor juga telah menegaskan, revitalisasi justru akan dilakukan di kawasan ibu kota baru. Selain mengusulkan ruang terbuka hijau yang dominan 60-70 persen, ibu kota baru kelak benar-benar akan berada di tengah hutan yang hijau, rapi dan indah. 

 

"Saya akan langsung mengawal rencana ini. Ibu kota baru harus benar-benar berada di tengah hutan, bukan hutan beton. Hutan yang tidak berfungsi sebagai hutan akan kita revitalisasi," tegas Isran. (sul/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait