KAB Bebaskan Lahan Seluas 140 hektar

KAB Bebaskan Lahan Seluas 140 hektar

PENAJAM – Dalam land akuisisi atau pembebasan lahan yang telah mendapatkan ijin lokasi dari Bupati Penajam Paser Utara seluas 298 hektar berlaku untuk tiga tahun. Maka, hingga November tahun ini ditarget 140 hektar (ha) sudah dibebaskan.

Menurut pimpinan PT Kereta Api Borneo (KAB) perwakilan Kaltim HM Yadi Sabianoor mengakui hingga awal Nopember lalu sudah dibebaskan lahan sekitar 115 hektar, sehingga ditarget hingga akhir tahun ini mencapai 140 hektar.

“Kondisi pembebasan lahan untuk pembangunan kawasan pelabuhan Buluminung yang meliputi terminal kereta api PT KAB target 140 hektar dari 298 hektar. Namun saat ini sudah pasti 115 hektar sisanya sekitar 25 hektar masih negosiasi,” sebut Yadi Sabianoor, Rabu (18/11).

Lahan-lahan yang telah dan akan dibebaskan PT KAB ujar Yadi, kebanyakan merupakan lahan milik masyarakat dan secara umum tidak mengalami kendala yang berarti. Terlebih berkat dukungan dan komitmen pemerintah daerah sangat kuat.

Yadi mengungkapkan terhadap lahan yang sudah dibebaskan khususnya di 140 hektar itu akan dibangun stasiun kereta api untuk berputar guna keperluan drooping batubara atau terminal batubara (coal terminal) di kawasan laut pelabuhan.

Untuk tahap awal yang diprioritaskan pembangunan pelabuhan dilanjutkan terminal dan stasiun  kereta api. Maka, secara perlahan dan bertahap pembangunan rel lereta api ditersukan hingga sampai ke Kutai Barat yang diperkirakan mencapai panjang 203 kilometer.

 

Pola pembangunan yang dimulai dari pelabuhan Banuo Taka Penajam yang akan dilakukan groundbreaking oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis (19/11) guna memudahkan distribusi dan supley bahan untuk pembangunan rel kereta api.

Yadi menambahkan ada kawasan yang akan dibebaskan PT KAB ternyata milik swasta dan perusahaan seperti PT Waskita Karya. Namun, hal tersebut tidak menjadi kendala karena ada MoU antar pihak untuk kenaljutan pembangunan.

Misalnya, pihak PT Waskita Karya dapat mendukung pembangunan rel kereta api PT KAB dengan menyuplei bahan bangunan berupa bantalan rel termasuk bahan bangunan atau kegiatan pendukung pembangunan proyek lainnya.

Diperkirakan lanjut Yadi, awal 2016 pihak PT KAB secara perlahan mulai mengerjakan fisik utamanya proyek kereta api, pelabuhan dan technopark. Saat ini pihak KAB telah menyelsaikan analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal).

“Untuk groundbreaking ini kita landclearing lahan seluas dua hektar. Di kawasan pelabuhan yang menjadi kawasan industri Buluminung inilah kami akan memulai pembangunan rel kereta api hingga ke Kutai Barat dan MBTKEZ Kutai Timur,” ungkap Yadi Sabianoor.

Ditambahkannya, saat ini pihak PT KAB sedang mengajukan perijinan ke Pemprov Kaltim untuk jalur utara. “Kita sudah minta ijin ke Pak Gub (Gubernur Awang Faroek Ishak) untuk jalur utara hingga ke Maloy Kutim,” ungkap Yadi.(yans/adv)

Pabrik 5 PT PKT Bontang yang siap diresmikan Presiden Joko Widodo hari ini, Kamis 19 November 2015.seno dan saiful/humasprovkaltim//

//Persiapan kedatangan Presiden Joko Widodo untuk meresmikan Pabrik 5 PT PKT Bontang yang dilaksanakan di Halaman Kantor Pusat PT PKT Bontang. Tampak sejumlah manajemen PT PKT Bontang bersama Protokol Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim dan Protokol Pemkot Bontang melakukan gladi bersih.(seno dan saiful/humasprovkaltim)

Berita Terkait