Kabut Asap Tidak Pengaruhi Distribusi Perikanan Kaltim

 

Kabut Asap Tidak Pengaruhi Distribusi Perikanan Kaltim

 

SAMARINDA – Bencana kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan Timur tidak mengganggu kelancaran distribusi perikanan ke Pulau Jawa, yang  melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Karena destinasi perdagangan Kaltim bukan di kawasan yang terpapar kabut asap.

“Daerah target utama pendistribusian hasil perikanan tangkap berada di Pulau Jawa yang memang aman dari bencana (kabut asap), sehingga tidak terganggu,” kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim, Bakri Rizal,  kemarin (26/10).

Bakri mengatakan, hampir tidak ada keluhan, baik dari daerah penghasil maupun wilayah yang menerima hasil produksi perikanan. Bahkan diperkirakan jumlah produksi maupun pengiriman  ke luar daerah meningkat, seiring dengan terbitnya sejumlah peraturan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Hal senada disampaikan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Budidaya dan Pembenihan, Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim, Irma Listiawati. Dia mengatakan kabut asap juga tidak berpengaruh terhadap kegiatan perikanan budi daya. “Produksi ikan budidaya masih baik dan tidak terpengaruh oleh bencana ini,” ujarnya.

Irma menambahkan, efek negatif kemungkinan bisa terjadi terhadap produksi ikan apabila partikel-partikel berbahaya yang terkandung dalam kabut asap bercampur ke dalam air yang menjadi media pengembangbiakan ikan.

“Kemungkinan itu pun sangat kecil, jika pun air bercampur dengan partikel yang ada dalam kabut asap ini, kecil kemungkinan bisa meracuni populasi ikan yang hidup di dalam air. Sejauh ini sektor perikanan, khususnya perikanan budidaya masih aman,” terangnya.

Dia menjelaskan hal yang mengganggu kegiatan perikanan budidaya adalah kemarau berkepanjangan, yang menyebabkan keringnya air-air di kolam karena kurangnya pasokan air sebagai media budidaya.

Namun, selama ini, kekeringan masih dapat diantisipasi Pemprov Kaltim melalui Dinas Kelautan dan Perikanan. Apalagi hujan yang turun di  sejumlah kawasan,  semakin memperbaiki produksi ikan budidaya. (aka/es/hmsprov).

Berita Terkait