Kado Spesial untuk Kaltim di Usia ke-57 Tahun

Sederet Penghargaan dan Prestasi

Kepercayaan masyarakat Kaltim dalam lima tahun periode pertama kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak telah dituntaskan dengan baik. Di tengah ekspektasi masyarakat Kaltim yang begitu tinggi untuk perubahan yang lebih baik.     Gubernur Awang Faroek Ishak yang kala itu berpasangan dengan Wakil Gubernur Farid Wadjdy, sukses menjawab dengan sejumlah prestasi dan kebanggaan, yang secara langsung atau tidak langsung menunjukkan, keberhasilan pembangunan Kaltim tidak lagi bisa dipandang sebelah mata.
Kaltim yang sekarang sudah menjelma menjadi raksasa yang berlari kencang menyongsong masa depan. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun, tanpa ragu menyebutkan bahwa Kaltim yang sekarang, bukan lagi The Sleeping Giant, tapi sudah berlari kencang.
Tentu saja, capaian prestasi ini bukan sekedar bumbu penyedap rasa, sebab manfaat dari berbagai kemajuan dan keberhasilan itu sesungguhnya telah dinikmati rakyat Kaltim secara merata, serasi dengan slogan ”Membangun Kaltim Untuk Semua” yang sudah digaungkan sejak awal kepemimpinan Gubernur Awang Faroek.
Persembahan manis ditorehkan sebagai kado ulang tahun provinsi diusia ke-57. Gubernur Awang Faroek dengan dukungan seluruh jajaran Pemprov Kaltim dan Pemerintah Kabupaten/Kota, menghampar sederet prestasi dan penghargaan serta capaian positif sepanjang lima tahun terakhir.  
”Penghargaan memang bukan tujuan, sebab kerja keras kita muaranya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan yang lain. Penghargaan yang kita peroleh merupakan pengakuan atas keseriusan bekerja dengan dukungan rakyat,” kata Gubernur Awang Faroek Ishak pada Rapat Paripurna DPRD Kaltim, memperingati HUT ke-57 Provinsi Kalimantan Timur di DPRD Kaltim, Rabu (8/1).
Awang Faroek yang pada periode keduanya kembali dipercaya rakyat untuk memimpin Kaltim berpasangan dengan Wakil Gubernur Mukmin Faisyal ini menyebutkan, capaian keberhasilan pembangunan Kaltim setidaknya bisa dilihat dari indikator makro ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat. (lihat grafis keberhasilan pembangunan)
Contoh sederhana yang dikemukakan Gubernur Awang Faroek Ishak adalah penurunan persentase  penduduk miskin selama lima  tahun. Jika pada 2008 persentase penduduk miskin masih 9,51 persen, maka pada 2013 angkanya berkurang hingga  6,06 persen.
Hal ini melampaui target RPJMD Kalimantan Timur 2013 sebesar tujuh  persen. Capaian itupun jauh lebih baik dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014 yang menetapkan angka kemiskinan masih berada pada kisaran delapan  hingga 10 persen. Lebih dari itu, capaian tersebut bahkan melampaui target MDGs 2015 yang ditetapkan 7,5 persen.
Keberhasilan lainnya juga tertera dalam angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai indikator peningkatan kualitas sumber daya manusia. IPM Kaltim tahun 2008 adalah 74,52, naik menjadi 75,11 pada 2009 dan pada 2011 meningkat lagi menjadi 76,22. IPM Kaltim dari 2008 hingga 2011 menempati urutan lima IPM tertinggi nasional dan di atas IPM nasional, yakni 72,77 pada t2011.
”Pembangunan sektor kesehatan juga menjadi perhatian serius kami. Angka harapan hidup rata-rata penduduk Kaltim juga terus mengalami peningkatan.  Jika pada 2008  angka harapan hidup rata-rata 70,80 tahun, pada 2012 menjadi 71,61 tahun. Kaltim menempati peringkat kelima indeks tingkat hidup secara nasional.  Balita berstatus gizi buruk pun relatif rendah, yaitu 0,3 persen,” kata gubernur.
Prestasi Kaltim bukan hanya untuk urusan IPM dan kesehatan. Dalam urusan ekonomi, daerah ini juga sukses membuat kejutan dengan kemajuan cukup membanggakan. Pada 2012 lalu misalnya, Kaltim memberikan kontribusi ekspor terbesar secara nasional dengan nilai USD 33,79 miliar.
Prestasi manis lain yang ditorehkan Kaltim pada kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak adalah dalam isu sensitif terkait reformasi birokrasi. Tidak tanggung-tanggung, untuk  penilaian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) secara nasional, Kaltim selalu menempati peringkat tertinggi dalam lima tahun berturut-turut sejak 2009. Penilaian dan penghargaan ini  diberikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).
”Kado spesial berikutnya untuk HUT Kaltim ke-57 adalah capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2012 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ini adalah penghargaan tertinggi dari BPK dan belum pernah sekalipun kita dapatkan sebelumnya,” kata Awang.
Dalam kesempatan itu, Awang Faroek juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh instansi terkait,  baik di jajaran Pemprov Kaltim, kabupaten/kota, TNI  dan Polri serta lembaga vertikal lainnya. Terutama seluruh rakyat Kaltim yang selama ini telah memberikan dukungan untuk memperlancar pembangunan di daerah ini. (tim humas/adv).

Keberhasilan Pembangunan Kaltim
 

Laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur terus beranjak naik. Jika pada tahun 2009 sebesar 2,28 persen, maka pada triwulan I tahun 2013 naik menjadi 3,5 persen.
 
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Timur Atas Dasar Harga Berlaku pada tahun 2009 sebesar Rp285,59 triliun dan hingga Desember tahun 2013 PDRB Kaltim mencapai Rp 447,62  triliun.
 
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kalimantan Timur pada lima tahun terakhir menunjukkan arah yang semakin baik. Pada tahun 2009 TPT Kalimantan Timur sebesar 10,83% turun menjadi 8,87% pada Februari 2013
Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Kalimantan Timur pada tahun 2012 sebesar 109,95 yang berarti kondisi ekonomi konsumen membaik dibandingkan tahun 2011 sebesar 108,77. Pencapaian ini didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga karena kondisi bisnis yang dilakukan masyarakat membaik. Nilai ITK di Kalimantan Timur paling tinggi diantara provinsi di Kalimantan lainnya, bahkan secara rata-rata nasional kondisi ekonomi konsumen juga lebih baik.
 
Tingkat inflasi di Kalimantan Timur tahun dan tahun 2009 sebesar 4,31%, sedangkan sampai Juni 2013 inflasi Kaltim sebesar 4,10%.
Pada tahun 2012 investasi di Kalimantan Timur sebesar Rp30,47 triliun terdiri dari PMDN Rp7,7 triliun dan PMA Rp22,77 triliun. Sedangkan pada tahun 2008 hanya sebesar Rp439,48 miliar yang terdiri PMDN Rp254,97 miliar dan PMA Rp184,51 miliar. Hingga bulan Oktober 2013 investasi di Kaltim sebesar Rp21,342 triliun  terdiri dari PMDN Rp8,876 triliun dan PMA Rp11,466 triliun.
Pada tahun 2012 Provinsi Kalimantan Timur memberikan kontribusi ekspor terbesar secara nasional dengan nilai sebesar US$ 33,79 miliar, sedangkan pada tahun 2008 hanya sebesar US$ 24,70 miliar. Hingga Mei 2013, ekspor Kaltim mencapai USD13,42 miliar.
 
Bidang Kesehatan dan Gizi pada tahun 2012 dapat diketahui dari angka harapan hidup rata-rata penduduk Kalimantan Timur yang terus mengalami peningkatan dari tahun 2008 sepanjang 70,80 tahun menjadi 71,61 di tahun 2012.
 
Balita yang berstatus gizi buruk relatif rendah yaitu sebesar 0,3% serta persentase balita yang kelahirannya ditolong oleh tenaga medis sebesar 79%. Hal ini menempatkan Provinsi Kalimantan Timur pada peringkat ke-5 provinsi dengan peringkat indeks tingkat hidup antar provinsi se-Indonesia.
Angka Indeks Pembangunan Manusia sebagai indikator peningkatan kualitas sumber daya manusia juga meningkat. Pada 2008 IPM Kaltim 74,52, menjadi 75,11 pada tahun 2009  dan pada tahun 2011 meningkat lagi mencapai 76,22. IPM Kaltim  dari tahun 2008 sampai tahun 2011 menempati urutan 5 IPM tertinggi secara nasional dan di atas IPM nasional sebesar 72,77 pada tahun 2011.
Persentase penduduk miskin selama 5 tahun mengalami penurunan. Pada tahun 2008 persentase penduduk miskin sebesar 9,51 persen, sedangkan pada tahun 2013 turun menjadi 6,06 persen. Hal ini melampaui target RPJMD Kalimantan Timur tahun 2013 sebesar 7 persen dan RPJM Nasional tahun 2014 sebesar 8 hingga 10 persen. Bahkan melampaui target MDGs 2015 sebesar 7,5 persen.
 

///FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak didampingi Wagub Mukmin Faisyal menyerahkan penghargaan kepada pelajar yang merupakan salah satu dari 10 warga Kaltim yang dianggap berjasa dan berprestasi di bidangnya masing-masing.(tim humasprov kaltim)
 

Berita Terkait
Government Public Relation