Kalimantan Timur
KALEIDOSKOP 2020

Foto : Grafis Humasprovkaltim

Berani Untuk Kalimantan Timur Berdaulat

Lima Misi, Enam Prioritas Tuntas

Tahun 2020 merupakan tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode kepemimpinan Gubernur Kaltim H Isran Noor dan Wakil Gubernur H Hadi Mulyadi. 

Visi “Berani Untuk Kalimantan Timur Berdaulat” diejawantahkan dalam 5 misi.  Yakni : (1) Berdaulat dalam pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berdayasaing,  terutama perempuan,  pemuda dan penyandang disabilitas (fokus sumber daya manusia). (2) Berdaulat dalam pemberdayaan ekonomi wilayah dan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan (fokus ekonomi dan kesejahteraan). (3) Berdaulat dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur kewilayahan (fokus konektivitas). (4) Berdaulat dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan (fokus lingkungan hidup). (5) Berdaulat dalam mewujudkan birokrasi pemerintahan yang bersih, profesional dan berorientasi pelayanan publik (fokus reformasi birokrasi).

Lima misi “Kaltim Berdaulat” itu kemudian dimanifestasikan lagi ke dalam 6 program prioritas. Yaitu : (1) Peningkatan daya saing sumber daya manusia dan tenaga kerja, (2) Peningkatan nilai tambah dan daya saing produk komoditi unggulan daerah, (3) Penguatan konektivitas dan pemerataan pelayanan infrastruktur dasar, (4) Optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah, penataan perizinan dan pengendalian investasi, (5) Peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan hidup dan penataan ruang, serta (6) Peningkatan kinerja tata kelola pemerintah daerah dan kualitas pelayanan publik.

Meski tahun kedua RPJMD 2019-2023 harus dilalui dalam suasana sulit akibat pandemi virus corona (Covid-19), gerbong pembangunan “Kaltim Berdaulat” tetap bergerak.  

“Pandemi Covid-19 bukan menyuruh kita malas. Pandemi ini justru mengingatkan kita agar lebih kreatif dalam keadaan apa pun. Siapa yang kreatif dan inovatif pasti akan bertahan dan menang,” kata Gubernur Isran Noor memberi motivasi dalam banyak kesempatan.     

Enam program prioritas pembangunan yang dilaksanakan tergambar dalam KALEIDOSKOP PEMBANGUNAN KALTIM BERDAULAT TAHUN  2020. 

Berikut sekilas gambaran kemajuan dan keberhasilan pembangunan Kalimantan Timur sepanjang tahun 2020 dengan  Skor Kepuasan Masyarakat (SKM) mencapai poin 82,22.

 

 

 

Foto : ilustrasi uang

APBD Rp10,516 triliun

Dalam situasi sulit karena Covid-19, Kaltim masih mampu mendongkrak Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) mencapai Rp10,516 triliun.   Terdiri dari PAD sebesar Rp4,84 triliun, Dana Perimbangan Rp5,592 triliun dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp83,66 miliar. 

Capaian ini melebihi target yang direncanakan yaitu PAD Rp4,318 triliun, Dana Perimbangan Rp4,192 triliun dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp73,27 miliar dengan total APBD ditargetkan  Rp8,584 triliun.

 

 

Whats-App-Image-2020-12-28-at-16-29-52-1

Foto : Para pelajar sedang melakukan praktik kerja lapangan. 

IPM 76,61 dan Indeks Gini 0,328

Pertumbuhan ekonomi Kaltim pada 2018 tercatat sebesar 2,67%. Kemudian pada 2019 meningkat menjadi 4,77%. Sayangnya tahun ini akibat guncangan ekonomi global dampak Covid-19, pertumbuhan ekonomi Kaltim mengalami kontraksi hingga -4,61%.  

Inflasi Kaltim yang pada 2018 sebesar 3,24%, turun menjadi 1,66% pada 2019 dan terus menurun per November tahun ini menjadi 0,76%.  Sementara tingkat kemiskinan yang pada tahun 2019 berhasil diturunkan hingga 5,94%, kembali naik karena efek Covid-19 menjadi 6,1%. Diperkirakan angka ini akan kembali turun setelah Covid-19 berakhir dan ekonomi Kaltim yang diprediksi tumbuh pesat pasca Covid-19.

Kaltim Berdaulat juga sukses menurunkan Indeks Gini Ratio. Jika Pada 2018 indeks Gini berkisar pada 0,342, maka pada 2019 sukses diturunkan hingga 0,330 dan tahun ini terus menurun hingga 0,328.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang pada tahun 2019 berhasil diturunkan hingga 6,09 persen, tahun ini kembali naik karena faktor pemutusan hubungan kerja (PHK) dan ekonomi yang belum benar-benar stabil akibat pandemi Covid-19. Angka TPT hingga Februari 2020 dilaporkan naik menjadi 6,88%. Angka itu diyakini akan terus naik hingga akhir Desember tahun ini, lantaran Covid-19 yang belum juga berakhir.

Keberhasilan lain yang patut mendapat apresiasi adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Jika tahun 2018 IPM Kaltim tercatat 75,83, maka pada tahun 2019 IPM Kaltim kembali naik menjadi 76,61. 

Keberhasilan lainnya adalah terkait capaian indikator Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Tahun 2019 yang mencapai 77,67 (capaian tahun 2020 baru selesai tahun 2021). Angka ini lebih baik dari target yang ditetapkan yaitu 73,50.  Selain itu, partisipasi pemilih pada pemilihan bupati/wali kota tahun 2020 juga meningkat mencapai 65,80%.  

Capaian berikutnya angka rata-rata lama sekolah mencapai 9,7% dari target sebesar 9,40% dan harapan lama sekolah yang mencapai 13,69 tahun.  Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya pencapaian prioritas pembangunan ini antara lain peningkatan mutu siswa dalam rangka peningkatan SDM berupa pemberian bantuan operasional sekolah daerah (Bosda), beasiswa berprestasi dan daerah terpencil,  pembangunan dan rehab gedung serta ruang belajar atau praktik siswa. Ada pula pelatihan kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan mutu dan kualitas program pendidikan dan pelatihan bagi pendidik dan tenaga pendidik dalam rangka uji kompetensi guru, peningkatan kualifikasi pendidikan guru, pemberian Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) berprestasi dan beasiswa masyarakat miskin. Kemudian penetapan advokasi pengembangan menuju kota layak anak di seluruh kabupaten/kota se-Kaltim dan peningkatan akses layanan perpustakaan secara on line dan on site.  

Capaian angka harapan hidup sebesar 74,22 tahun berada di atas target 73,72 tahun. Angka Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) mencapai 65,65% lebih dari target yang ditetapkan yaitu 56,70%. Jumlah desa sangat tertinggal saat ini berkurang menjadi 14 desa, sebelumnya pada tahun 2019 masih 23 desa. 

 

 

1

1

Whats-App-Image-2020-12-28-at-16-29-53

2

Foto : (1) Jalan Sepaku – Semoi – Petung.  (2) Jalan Simpang 3 Sambera – Muara Badak.  (3) Jembatan Long Bagun – Long Pahangai (Mahakam Ulu). (4) Tanjung Redeb – Talisayan 

Jalan Provinsi Mantap 65,24%

Pembangunan infrastruktur dalam rangka aksesibiltas wilayah dan konektivitas kawasan  sesuai misi ketiga Visi Berani Untuk Kaltim Berdaulat pun terus digiatkan. Hasilnya, untuk kemantapan jalan provinsi meningkat dari 61,45% pada akhir 2019 menjadi 65,24% pada akhir tahun 2020 (masih berjalan sesuai realisasi panjang penanganan/rekonstruksi jalan dan menunggu hasil inspeksi kondisi jalan).  

Panjang penanganan jalan dari target 28,1 km realisasi lapangan mencapai 33,9 km. Pembangunan bukan hanya di pinggiran kota, tetapi juga hingga perbatasan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Pembangunan jalan antara lain Simpang Patung Lembuswana – Sebulu, Kilometer 38 - Semoi - Sepaku – Petung dan  Tanjung Redeb – Talisayan, Simpang 3 Sambera – Muara Badak, Sanga-sanga – Dondang, Samarinda Seberang – Sanga-sanga dan penanganan longsoran Ring Road Jalan Nusyirwan Samarinda. 

 

 

 

Whats-App-Image-2020-12-28-at-16-29-54

Foto :  (1) Pengerukan Sungai Karang Mumus. (2) Pengendalian Banjir Sistem Karang Asam Kecil. (3) Drainase Balikpapan

Penanganan Banjir Samarinda dan Balikpapan

Salah satu bencana yang menjadi langganan di Samarinda dan Balikpapan adalah banjir. Secara khusus, Gubernur Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi memberi perhatian khusus untuk penanganan banjir di Samarinda (ibu kota provinsi) dan Balikpapan (pintu gerbang provinsi). 

Beberapa kegiatan yang dilakukan untuk pengendalian banjir di Samarinda antara lain dengan  normalisasi Sungai Karang Mumus, pengendalian banjir Sungai Karang Asam Kecil dan peningkatan saluran drainase Jalan DI Panjaitan (Sub Sistem Karang Mumus).

Sedangkan untuk pengendalian banjir di Balikpapan dilakukan dengan peningkatan drainase Balikpapan Baru DAS Ampal Kota Balikpapan, pekerjaan lanjutan pembangunan bangunan pelindung Pantai Manggar Balikpapan dan peningkatan drainase Depsos atas DAS Ampal Kota Balikpapan.

 

 

Whats-App-Image-2020-12-28-at-16-29-55

Foto : Gubernur Isran Noor saat peresmian PLTS Rantau Buta, Batu Sopang, Paser. 

237 Pelanggan PLTS  

PLTS Terpusat di Desa Rantau Buta, Batu Sopang, Kabupaten Paser. Berkapasitas 24 kW dengan 51 pelanggan terlayani.  PLTS Terpusat di Desa Labuan Mili, Sandaran, Kabupaten Kutai Timur berkapasitas 27,72 kW dengan 54 pelanggan terlayani. Selanjutnya, PLTS Terpusat di Desa Sandaran, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur dengan kapasitas 65,34 kW melayani 132 pelanggan. Keseluruhan pelanggan yang terlayani 237 pelanggan dengan total investasi mencapai Rp18,8 miliar.

 

 

Whats-App-Image-2020-12-28-at-16-29-55-1

Foto : Pemasangan pipa distribusi SPAM. 

Pengembangan SPAM

Pemprov Kaltim juga memberi perhatian lebih untuk urusan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Tahun 2020 beberapa kegiatan dilakukan di antaranya pengadaan dan pemasangan pipa distribusi  di Teritip Balikpapan, pengembangan SPAM Palaran, pengadaan dan pemasangan pipa interkoneksi distribusi SPAM Sungai Kapih dan pengembangan SPAM di Sambutan.

 

 

 

Whats-App-Image-2020-12-28-at-16-29-50

Whats-App-Image-2020-12-28-at-16-29-50-1

Foto :  Kondisi rumah awal dan setelah diperbaiki. 

Stimulan 600 Rumah

Pemprov Kaltim juga memberikan bantuan stimulan peningkatan kualitas rumah swadaya dengan total 600 rumah untuk tahun 2020. Masing-masing kabupaten dan kota mendapatkan 60 bantuan stimulan peningkatan kualitas rumah swadaya.

 

 

Whats-App-Image-2020-12-28-at-16-29-51

Foto :  Hutan dan Sungai Lakan di Kutai Barat, menjadi contoh keindahan alam yang menghasilkan udara segar dan air yang jernih karena kearifan lokal masyarakat setempat menjaga alam sekitarnya.  

Kualitas Lingkungan Lebih Baik

Capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebesar 78,81 (tahun 2019). Hal ini juga diikuti dengan capaian persentase penurunan emisi sebesar 50,72% (capaian November 2020). Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain pembinaan dan pemantauan terhadap sumber pencemar institusi dan noninstusi, pemantauan lingkungan kualitas air sungai, laut, udara dan tanah, serta penanggulangan dan pemulihan kerusakan lingkungan di kabupaten/kota.  Selain itu, Kaltim juga sukses menurunkan angka emisi gas rumah kaca (GRK) dari 42,14 juta ton Co2eq pada 2018 menjadi 34,65 juta ton Co2eq pada tahun 2019. 

 

 

   

Whats-App-Image-2020-12-28-at-16-29-52

Foto : Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi saat pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama.   

Indeks Reformasi Birokrasi

Capaian Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) mencapai kategori B (68,60) dan nilai akuntabilitas kinerja mencapai 76,55 dan tingkat maturitas Sistem Pengawasan Intern Pemerintah (SPIP) telah sesuai target  pada level 3. Berbagai upaya yang telah dilakukan dalam prioritas pembangunan ini di antaranya  peningkatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah melalui fasilitasi pelaksanaan SAKIP dengan sistem yang terintegrasi dengan evaluasi perencanaan, pelatihan pengembangan tenaga pemeriksa aparatur pengawasan, penanganan pengaduan masyarakat, pencegahan dan pemberantasan KKN yang terkoordinasi dengan Satgas Saber Pungli.

Bukan hanya itu, Skor Kepuasan Masyarakat (SKM) mencapai 82,22 berada di atas target yang ditetapkan yaitu 81. Pun pencapaian Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang sesuai target yaitu 2,6. Beberapa upaya yang telah dilakukan di antaranya  penerapan survei kepuasan masyarakat kepada 18 SKPD pelayanan kepada masyarakat,  peningkatan tata laksana pelayanan publik yang telah masuk dalam TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik Nasional dan peningkatan tata laksana pemerintahan melalui verifikasi SOP SKPD.

  

Whats-App-Image-2020-12-28-at-16-29-56

Foto :  Pertanian Kaltim masih cukup aman. 

Pertanian Aman

Capaian rasio pemenuhan beras sampai dengan triwulan III tahun 2020 mencapai 40,33%. Nilai Tukar Usaha Peternakan (NTUP) melebihi target yang ditetapkan yaitu mencapai 102,28 dari target sebesar 118,5. Di sektor perkebunan produksi komoditas perkebunan mencapai hingga 14.564.319 ton. Produksi sektor perikanan tangkap mencapai 155.516 ton. Sektor kehutanan persentase tutupan lahan telah mencapai 10,99%. (humasprovkaltim)

Berita Terkait
Data Masih Kosong
Data Masih Kosong