Kaltara Ingin Tetap Gabung dengan Kaltim

Raker Keprotokolan 2015

NUNUKAN – Jajaran Protokol Kabupaten/Kota se-Kaltara ingin tetap bergabung dengan Kaltim pada Raker Keprotokolan tahun depan. Alasannya, Protokol se-Kaltara masih perlu banyak belajar, menggali pengetahuan, keterampilan dan wawasan pada Protokol provinsi induk sebagai ‘saudara tua’, meskipun secara administrasi pemerintahan, Kaltara sudah berdiri sendiri, dengan lima kabupaten/kota,  yaitu Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan dan Tana Tidung.

Keinginan tersebut mendapat apresiasi positif dari Plh Kepala Biro Humas dan Protokol Kaltim, M Irvan Rivai yang didampingi Panitia Raker Abdul Munif dan Silvi Yuliani.

Meskipun pada penutupan Raker Keprotokolan kemarin, belum diputuskan di mana tempat penyelenggaraan Raker tahun depan. “Sebenarnya kita ingin berbeda dibanding tahun-tahun terdahulu yang tempat penyelenggaraan Raker setiap tahun bergiliran dari satu daerah ke daerah lain. Karena itu ada rencana di luar provinsi Kaltim, dengan maksud agar setelah Raker berlanjut dengan orientasi lapangan,” kata Irvan Rivai.

 Rapat kerja (Raker) Keprotokolan se-Kaltim dan Kaltara 2015 yang berlangsung dua hari di Ruang Pertemuan Kantor Bupati Nunukan, Kamis (22/10) ditutup resmi oleh Plh Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Kaltim M Irvan Rivai. Pada rapat terakhir muncul keinginan Protokol Kabupaten/Kota se-Kaltara tetap bergabung dengan Kaltim pada Raker tahun depan.

Sejumlah peserta juga setuju jika, Raker keprotoklan tahun depan dilaksanakan di Luar Kaltim, sehingga bisa belajar lebih dalam terkait dengan kemampuan keprotokolan, sesuai dengan aturan.

“Kami juga sangat setuju jika Raker tahun  depan di luar Kaltim dan sepakat dengan orientasi lapangan. Ada banyak ;pilihan misalnya bagaimana kita ingin menggali secara mendalam tetang keprotokolan istana. Seperti diketahui Istana Presiden ada di Jakarta, Bogor, Jogja atau yang ada di Tampak Siring Bali,” kata seorang peserta dari Nunukan.

Pada hari pertama Raker ditampilkan Narasumber Benny Cahyadi dari Protokol Kemendagri yang membahas UU Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan, maka pada hari kedua tampil Narasumber Sy Alawiyah yang juga protokoler senior Pemprov Kaltim yang memaparkan materi tentang teknik Pembawa Acara dan Publik Speaking.

Menurut Sy Alawiyah, kekuatan suara (the power of voice) adalah modal utama bagi seorang pembawa acara. Untuk itu suara harus bisa dijaga dan di-manage dengan baik. Misalnya dengan melakukan senam pernafasan, senam mulut dan sekitarnya, tidak terkecuali menaati pantangan.

“Misalnya tidak merokok, minum air putih segelas sehari pada pagi hari begitu bangun tidur. Sepuluh menit sebelum bertugas sebagai announcer minumlah air putih,” sarannya.

Selain itu tambahnya, pembawa acara harus memiliki mental tangguh, tidak gugub dan ragu, di samping memperhatikan penampilan diri dari segi berpakaian, sikap badan, pandangan mata, muka dan tangan, sehingga enak dipandang audience (para hadirin).(ri/sul/es/hmsprov).

//Foto: Peserta dan Panitia Raker Keprotokolan se-Kaltim dan Kaltara bersama Wakil Bupati Nunukan Asmah Gani.(fajar/humasprov kaltim).

 

 

Berita Terkait
Government Public Relation