Kaltim Bebas Vaksin Palsu

SAMARINDA - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kaltim di Samarinda menetapkan bahwa Kaltim bebas dari edaran Vaksin palsu  yang marak beredar di sejumlah daerah di pulau Jawa.
Kepala BBPOM Kaltim di Samarinda Fanani Mahmud menegaskan, penetapan Kaltim bebas vaksin palsu setelah BBPOM melakukan pemeriksaan di sejumlah titik pada rumah sakit, klinik, apotek, Pedang Besar Farmasi (PBF) dan praktek dokter yang tersebar di Samarinda, Balikpapan dan Berau.
"Ada 45 sarana yang sudah kami periksa dengan hasil pemeriksaan tidak ditemukan produk vaksin yang berasal dari sumber ilegal. Jadi, vaksin palsu tidak masuk ke wilayah Kaltim," katanya.
Fanani mengatakan bahwa BBPOM bersama dengan Dinas Kesehatan Kaltim telah melakukan pemantauan langsung ke tempat-tempat yang berpotensi masuknya vaksin palsu.
"Semua tempat yang dipantau, vaksinnya telah terkendali baik secara hukum dan kualitasnya karena berasal dari kementerian kesehatan. Sementara untuk yang vaksin palsu itu kualitasnya tidak terjaga yang kemanjurannya patut dipertanyakan dan harus ada penelitian lebih lanjut," katanya.
Perlu diketahui, bahwa beberapa bulan ini telah ditemukan adanya vaksin palsu untuk balita di tiga daerah yakni DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat yang saat ini sedang dalam penanganan Mabes Polri. Vaksin palsu yang ditemukan ini tidak menerapkan standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. (rus/humasprov)

Berita Terkait