Kaltim Bentuk Satgas Peduli Darurat Bencana Sulteng

Suasana rapat koordinasi persiapan pemberian bantuan kepada korban bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah. (syaiful/humasprov)

SAMARINDA - Musibah bencana gempa bumi dan tsunami  yang melanda Sulawesi Tengah (Sulteng) menimbulkan kesedihan yang mendalam, karena bencana tersebut tidak saja menimbulkan kerugian material tetapi ratusan  jiwa menjadi korban. 

Terkait hal tersebut Pemprov Kaltim mengambil langkah cepat  untuk memberikan bantuan kepada korban  gempa dan tsunami dengan pendirian tiga posko yaitu posko di Balikpapan, Samarida dan Palu. "Posko Kaltim Peduli Bencana di Balikpapan dipusatkan di RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Posko Samarinda dipusatkan di Distrik Navigasi Jalan Gurami Samarinda, serta satu posko kita siapkan di Kota Palu," kata Asisten Administarsi Umum Setdaprov Kaltim H Bere Ali saat memimpin rapat koordinasi persiapan pemberian bantuan kepada korban bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah yang digelar di Ruang Rapat Tengayun Kantor Gubenur Kaltim, Senin (1/10).          

Selain pembentukan  tiga posko, Pemprov Kaltim  melalui RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, sebelumnya sudah memberangkatkan, 8 tenaga medis yang terdiri 3 dokter spesialis dan 5 orang tenaga perawat, yang telah diberangkatkan pada Sabtu malam (29/9) dan tiba di Palu pada Minggu siang (30/9). Saat ini mereka sudah bergabung dengan Tin Basarnas dan diperbantukan di rumah sakit tentara.

Tim kedua, lanjut Bere Ali yang terdiri dari medis gabungan akan kembali diberangkatkan Selasa (2/10)  dengan menggunakan kapal bantuan Wakil Walikota Balikpapan yang terdiri dari 20 tenaga medis dan 100 orang sukarelawan sekaligus membawa logistik sumbangan masyarakat Kaltim sebanyak 7 ton.

Selain itu, bantuan yang sudah diberangkatkan dengan menggunakan Kapal Negara Miang Besar  Distrik Navigasi Samarinda dengan 31 unit barang dengan jumlah 5.942 koli barang. "Diharapkan bantuan yang diberikan nantinya bisa meringankan beban saudara kita yang terkena musibah gempa dan tsunami di Sulteng," kata Bere Ali.

Terkait dengan pembentukan posko-posko, Bere Ali meminta kepada masing-masing koordinator untuk selalu melakukan komunikasi dan koordinasi baik terhadap bantuan yang masuk, maupun bantuan yang akan diserahkan, termasuk pengiriman tim tenaga medis maupun sukarelawan. (mar/sul/humasporov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation