Kaltim Bertanggungjawab Lestarikan Hutan untuk Produksi Oksigen

TENGGARONG – Pulau Kalimantan khususnya di Kalimantan Timur menjadi perhatian internasional karena memiliki keanekaragaman hayati terbesar dalam sistem Hutan Hujan Tripos Dunia.
Dengan potensi ini, dunia internasional memandang Indonesia perlu diberi tanggungjawab untuk pelestarian hutan dengan tujuan sebagai produsen oksigen (O2) bagi dunia.
“Kawasan Kalimantan memang baru Kalimantan Tengah yang dijadikan percontohan program REDD+ atau Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation. Dalam waktu dekat tidak menutup kemingkinan Kaltim juga akan masuk dalam program ini,” katas Kepala Dinas Kehutanan Kaltim, Chairil Anwar, di sela-sela Rakor Kehutanan se Kaltim, di Tenggarong.
Dia mengatakan, walau baru Kalteng yang menjadi pilot project karena banyaknya lahan gambut yang dimiliki, tetapi Kaltim sebagai pemilik hutan terbesar juga telah bersiap menyambut REDD+, dengan penyiapan lahan untuk penanaman pohon untuk mencegah kerusakan hutan dan penurunan kualitas kehutanan yang lebih parah lagi.
Dengan keikutsertaan dalam program REDD+ ini, nantinya Indonesia khususnya provinsi yang termasuk di dalamnya akan mendapat dana tunai dari negara-negara donor sebagai konpensasi dari produksi oksigen yang berasal dari pohon-pohon yang ditanam.
Sejumlah negara donor telah memberikan dukungan melalui berbagai lembaga swadaya masyarakat baik lokal maupun internasional untuk mengawal kelangsungan program REDD+, yaitu Berau Forest Carbon Program,  Global Green Kaltim,  dan WWF dengan Hutan Kemasyarakatan di Kutai Barat.
Selain itu ada juga organisasi bernama Rehabilitasi Hutan untuk Orangutan Indonesia (RHOI) di Kutai Timur, Malinau Avoided Deforestation Project, Malinau Demonstration Activities dan  Berau Demonstration Activities.
”Kita belum tahu bagaimana mekanisme perdagangan karbon yang menjanjikan dana tunai bagi penyedia udara bagi dunia oleh negara-negara donor. Terlepas hal tersebut kita terus menanam dan melestarikan hutan yang kita miliki,” ujarnya.(yul/hmsprov).

////Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menanam pohon untuk member dorongan kepada seluruh warga Kaltim berpartisipasi dalam program Kaltim Green melalui gerakan satu orang menanam lima pohon sebagai andil daerah mengurangi emisi gas karbon.(dok/humasprov kaltim)

 

Berita Terkait