Kaltim Berupaya Tingkatkan IKLH Kaltim


SAMARINDA - Pemprov Kaltim terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan yang baik dan sehat serta berperspektif perubahan iklim yang menjadi salah satu misi Kaltim 2013-2018 dan terbukti mampu lebih baik pada 2015.

Hal itu, berdasarkan angika Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang mengalami peningkatan 0,87 persen dari 74,37 persen pada 2014 menjadi 75,24 persen pada 2015.

"Meningkatnya IKLH itu merupakan salah satu sasaran dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Pada 2015 , IKLH mengalami peningkatan daripada tahun sebelumnya. Namun, sasaran meningkatknya IKLH tersebut masih belum mencapai target, yakni 78,29 persen," kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, di Samarinda  Senin (16/5).

Menurut dia, berbagai upaya yang telah dilakukan Pemprov Kaltim dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup tersebut diantaranya rehabilitasi dengan penanaman sejuta bibit pohon, rehabilitasi hutan dan lahan, rehabilitasi hutan mangrove dan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) mencapai 11.160 hektare.

Selain itu, Pemprov juga memberikan perlindungan dan konservasi sumber daya huta dengan melakukan pembinaan dan peningkatan usaha pelestarian alam serta pencegahan, pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

"Kami juga telah mengeluarkan moratorium penerbitan izin tambang dan lahan gambut," kata Awang.

Bukan itu saja, Pemprov Kaltim juga telah melaksanakan kegiatan pembinaan perkebunan ramah lingkungan dan memfasilitasi integrasi sawit - sapi melalui bantuan sapi dan alat biogas dari limbah sapi pada areal perkebunan sawit rakyat di Kabupaten Berau, Kukar dan Kutim.

"Berbagai upaya telah kami lakukan. Namun, sasaran meningkatnya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) ternyata masih belum mencapai target pada 2015. Tidak tercapainya sasaran ini adalah karena permasalahan utamanya adalah rendahnya tutupan lahan akibat pembukaan lahan untuk pertambangan dan perkebunan," katanya. (rus/es/humasprov

Berita Terkait
Government Public Relation