Kaltim Bicara Ketahanan Pangan di Agrinex-Expo 2014

Kaltim Bicara Ketahanan Pangan di Agrinex-Expo 2014

 

JAKARTA - Pameran produk-produk pertanian tahunan bernama Agrinex Expo yang digelar di Jakarta Convention Center tahun ini merupakan kali yang kedelapan. Ada produk pertanian unggulan ekspor dan ramah lingkungan, sampai yang berteknologi tinggi. Pameran ini berlangsung pada 28-30 Maret 2014.

Keikutsertaan Kaltim keempat kalinya pada ajang Agrinex-Expo mendapat pujian panitia yang menilai Kaltim memiliki atensi tinggi dengan memamerkan produk-produk unggulan, dengan mengandalkan kearifan lokal.   

"Kita beri aplaus untuk Kaltim yang mendukung Agrinex. Hal ini tentu tidak lepas dari kepedulian dan perhatian Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak," kata Ketua Panitia Penyelenggara yang sekaligus menjadi moderator pada Seminar Ketahanan Pangan,  Rifda Ammarina di Arena Agrinex 2014 di JCC, Jumat (28/3).  

Sementara itu mewakili gubernur, Plt Sekprov Kaltim H Rusmadi memaparkan, Kaltim sebelumnya mengandalkan 75 persen perekonomian pada potensi minyak dan gas serta batu bara. Namun sejak lima tahun terakhir, Kaltim telah melakukan perubahan dan mengarahkan pengembangan sektor agroindustri  menjadi lokomotif ekonomi unggulan masa depan.

Potensi lahan di Kaltim sangat besar untuk pertanian namun terbentur dengan Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK). Padahal sisi fisik bukan hutan namun dari sisi undang-undang masih ditetapkan sebagai hutan, sehingga tidak bisa digarap. Kondisi ini memang ironis. 

Kendati demikian, Kaltim berani menerima tantangan dari Kementrian Pertanian untuk membangun program Food and Rice Estate, dengan luasan mencapai 200 ribu hektare yang tersebar di 10 kabupaten di Kaltim dan Kaltara.

“Walaupun menghadapi sejumlah persoalan di lapangan, namun program tersebut terus dilanjutkan, dengan harapan mampu mewujudkan Kaltim sebagai salah satu daerah yang mampu mencapai kedaulatan dan ketahanan pangan, sekaligus menjadi lumbung pangan nasional,” kata Rusmadi.

Salah satu kawasan yang kini dikembangkan untuk pertanian terpadu, yakni  di Delta Kayan Bulungan, dengan luasan  sekitar 50 ribu hektare dan pembangunannya sudah dimulai, bahkan sudah beberapa kali panen. Investasi yang sudah masuk diantaranya  PT Solaria dan sejumlah BUMN dengan pola-pola pertanian mekanis modern.  

Guna  mewujudkan ketahanan pangan yang berdaulat, tentunya harus ada kebijakan, terkait lahan yang masuk KBK menjadi kawasan  budidaya, sehingga bisa digarap, karena sesunguhnya sejumlah kawasan tersebut tidak berupa hutan lagi.  

Selain mengatasi persoalan pangan melalui pertanian,  lanjut Rusmadi Kaltim juga bertekad memenuhi pangan hewani melalui target jangka panjang pembangunan peternakan diharapkan mampu menjadikan Kaltim sebagai produsen ternak sapi di Indonesia.

Apalagi untuk memenuhi kebutuhan daging di Kaltim, diperlukan populasi  sekitar 600 ribu ekor sapi. Sementara Kaltim menargetkan populasi dua juta ekor sapi,  maka sisanya dapat terpenuhi melalui peternakan sapi terintegrasi dengan perkebunan sawit.

“Dengan pencanangan dua juta ekor sapi melalui integrasi sawit, diharapkan mampu mencapai swasembada dan memenuhi kebutuhan daging di luar Kaltim. Dengan satu juta ekor sapi saja, Kaltim mampu swasembada dan menjadi sumber bibit ternak baru di negeri ini. Apalagi, bisa mencapai dua juta ekor sapi, sehingga mohon doa restu agar mampu diwujudkan," kata Rusmadi. 

Guna mendukung program pertanian dalam arti luas, Pemprov Kaltim bekrjasama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim, mengalokasikan dana untuk kredit pembiayaan, melalui skim kredit antara lain ternak sejahtera, keramba sejahtera, sawit atau perkebunan sejahtera dan kredit untuk komoditas pangan.

Tentunya langkah BPD Kaltim ini, bisa diikuti oleh sejumlah perbankan lain, karena prospek usaha pertanian di Kaltim sangat menjanjikan, sehingga kemungkinan terjadinya kredit macet, bisa minimalisir.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Sekprov Kaltim S Adiyat mengatakan, keikutsertaan Kaltim pada Agrinex kali ini merupakan kerjasama sejumlah instansi terkait, dengan harapan bisa mengenalkan Kaltim melalui kegiatan tersebut.

Melalui Agrinex-Expo 2014, diharapkan bisa mengenalkan Kaltim kepada sejumlah investor, sekaligus mempromosikan berbagai potensi daerah serta kemajuan Kaltim dalam buidang pertanian.

Sejumlah instansi yang terlibat dalam kegiatan ini, yaitu Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP), Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda), Dinas Pertanian dan Hortikultura, Dinas Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perkebunan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Pridagkop), Badan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD).

Selain itu juga terlibat  Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Prasarana Wilayah (PU dan Kimpraswil, Dinas Pertambangan, Balai Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP), Biro Humas dan Protokol, Biro Perekonomian, Bank Kaltim, PT Pupuk Kaltim,  Balai Riset Pertanian (Baristan) dan Unit Pelaksana Teknis Balai Balai Pelatihan Pertanian (UPTB-Bapeltan Kaltim. (sar/sul/es/hmsprov). 

///FOTO : Plt Sekprov Kaltim H Rusmadi (dua dari kiri) sebagai salah satu pembicara pada ajeng Agrinex Expo 2014. Dalam kesempatan itu Rusmadi meninlai Kaltim merupakan salah satu wilayah masa depan pengembangan pertanian nasional.(rosihan/humasprov kaltim)

Berita Terkait