Kaltim Cetak 18 Ribu Hektare Sawah

Berdasarkan Permintaan Petani dan Kesiapan Kab/Kota

SAMARINDA – Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Kaltim H Ibrahim mengungkapkan selama periode 2006-2014 telah dicetak sekitar 18.924,5 hektare sawah yang tersebar di kabupaten/kota se Kaltim termasuk Kaltara. Belasan ribu hektare sawah yang dicetak tersebut merupakan gabungan dari program APBN seluas 18.014,5 hektare dan APBD Kaltim (910 hektare).

“Sawah-sawah tersebut kita cetak berdasarkan permintaan petani dan kesiapan kabupaten/kota yang telah melakukan pekerjaan perencanaan teknis Survei Investigasi dan Desain (SID). Setelah itu, kita akan melanjutkan untuk proses fisiknya,” ungkap Ibrahim, Rabu (2/7).

Pada 2014, ada enam kabupaten/kota di Kaltim dan Kaltara yang menjadi lokasi kegiatan percetakan sawah melalui program APBN dan APBD Kaltim. Program APBN, Kabupaten Kutai Timur mendapatkan alokasi 1.000 hektare dan Kabupaten Bulungan (250 hektare).

Sedangkan untuk program APBD Kaltim yang baru dimulai pada 2010 atau pada periode kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak yang berkomitmen tinggi dalam pembangunan pertanian dalam arti luas, kabupaten/kota yang mendapatkan alokasi kegiatan percetakan sawah, yakni Berau 150 hektare, Paser (175 hektare), Kutai Timur (200 hektare), Samarinda (60 hektare) dan Mahakam Ulu (50 hektare).

“Khusus untuk Mahulu, mulai dari kegiatan SID hingga fisik dikerjakan oleh Dispertan Kaltim, mengingat kabupaten tersebut baru terbentuk pada April 2013 lalu,” ujarnya.

Ibrahim berharap dengan kegiatan cetak sawah sekaligus kegiatan penanaman padi ini, para petani dapat secara rutin setiap tahun menggarap sawah tersebut. Sehingga sawah-sawah yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal. Karena, hal itu dapat berpengaruh terhadap kualitas tanah dan hasil panen.

“Jangan sampai baru satu kali garap, sawah yang lama ditinggalkan karena ada sawah baru yang dicetak. Karena, setelah empat tahun berturut-turut digarap baru tanah dari sawah tersebut kualitasnya sempurna, dan hasil panen dapat memenuhi harapan petani. Ditambah dengan penggunaan metode mekanisasi yang dapat mempercepat waktu menggarap dan menanam padi,” harapnya. (her/es/hmsprov).

///FOTO :  Kaltim terus melakukan pencetakan lahan sawah baru untuk mendukung program swasembada beras di daerah ini.(dok/humasprov)

 

Berita Terkait