Kaltim Cetak SDM Dukung Pembangunan Pertanian Dalam Arti Luas

SAMARINDA – Guna memenuhi tenaga kerja dan pasar kerja sektor pertanian dalam arti luas di masa mendatang. Pemprov Kaltim  terus menciptakan sumber daya manusia, melalui dunia pendidikan luar maupun dalam daerah, Salah satu lembaga dalam daerah yang melakukan hal itu adalah, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pertanian Tanaman Pangan yang konsisten mencetak tenaga-tenaga terampil ahli madya pertanian untuk menyukseskan program pertanian berkelanjutan.
Sejumlah lulusan SPP Samarinda, dijamin siap kerja dan mengabdi di masyarakat, termasuk memasuki pasar kerja bidang pertaian di daerah ini, sehingga diharapkan mampu memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Pembangunan  Pertanian Dalam Arti Luas.
Terkait dengan hal itu, sekolah ini akan menerima siswa-siswi baru dari 14 kabupaten/kota di seluruh Kaltim.
Kepala Sekolah SPP Negeri Samarinda, Marfiatun mengatakan sekolah yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim ini memiliki visi mencetak sumber daya manusia bidang pertanian yang profesional, berjiwa enterpreneurship  dan mandiri serta berwaasan global.
"Kita tahu Kaltim sedang giat-giatnya membangun sektor pertanian dalam arti luas sebagai antisipasi menipisnya sumber daya alam minyak dan gas serta pertambangan. Jika tidak menyiapkan SDM yang andal sejak dini, maka pembangunan pertanian tersebut sulit diwujudkan," ujarnya.
Sekolah ini membuka kesempatan luas kepada siswa-siswi lulusan sekolah menengah pertama untuk dipersiapkan menjadi tenaga penyuluh dan terampil di bidang pertanian, tenaga siap pakai untuk sektor perkebunan nasional dan daerah serta keilmuan yang dapat digunakan sebagai wirausahawan muda.
Sekolah yang telah meluluskan 2.702 tenaga terampil,  sejak 1964,  diharapkan memiliki tiga kompetensi yaitu kompetensi pengetahuan dan keilmuan, kompetensi keterampilan melalui pengetahuan tentang teknologi pertanian dan kompetensi sikap dengan mengajarkan nilai-nilai agama, sosial dan budaya.
"Sekolah Pertanian Pembangunan  Negeri Samarinda memiliki akreditasi A dan sejak 5 Desember 2011, memegang sertifikat ISO 9001/2008 tentang menejemen mutu. Selain itu juga terdapat beberapa prestasi, yakni juara pertama tingkat daerah dan berhak mewakili Kaltim pada lomba biologi sciene tingkat nasional tahun ini," ujarnya.
Sekolah ini menerapkan sistem pendidikan di dalam asrama dengan disiplin tinggi membuat sebagian siswa-siswi tidak betah secara fisik dan mental. Sehingga setiap kelulusan setiap tahun, selalu kurang dari jumlah pendaftar awal saat siswa masuk SPPN. Kondisi ini dinilai wajar dan lebih baik karena setiap lulusan telah terseleksi dan memiliki mental yang tahan banting.
Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian ini membuka dua jurusan yaitu bidang Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Agrobisnis Perkebunan, sebagai sektor yang paling dibutuhkan di masa mendatang.
“Bagi siswa yang berhasil masuk SPPN Samarinda, seluruh biaya akan ditanggung negara mulai dari biaya pendaftaran, uang bangunan, uang makan, asrama dan lain-lain. Bahkan para siswa mendapat baju seragam hingga sepatu sebagai pakaian wajib yang digunakan saat belajar di kelas,” jelasnya. (yul/hmsprov).

///Foto : Sejumlah lulusan SPP Samarinda yang siap mengabdi untuk pengembangan pertanian dalam arti luas di Kaltim.(juliawan/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait