Kaltim Cinta Damai dan Rukun

Wagub Kaltim H Hadi Mulyadi ketika menerima kunjungan silaturahmi Keluarga Besar Organisasi Masyarakat Daerah Kaltim. (yuvita/humasprov kaltim)

SAMARINDA - Kalimantan Timur menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tak pernah ada penolakan suku dan agama tertentu yang datang ke Kaltim. Bahkan, suku luar Pulau Kalimantan pun boleh membentuk kerukunan atau paguyubannya sendiri. Pada dasarnya, Kaltim cinta damai dan hidup rukun.

 

 


”Kami atas nama pemerintah wajib melindungi (organisasi masyarakat) selama kegiatannya positif. Kalau ada yang negatif, urusannya dengan hukum,” tutur Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi ketika menerima kunjungan silaturahmi Keluarga Besar Organisasi Masyarakat Daerah Kaltim di Ruang Rapat Wagub, lantai II Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (10/9).

 

 

Hadi berterima kasih atas kunjungan Ormas Daerah Kaltim dalam rangka mengantisipasi gesekan-gesekan antar suku. Apalagi jelang Pilkada, setiap masyarakat harus tetap rukun dan damai meskipun memiliki pilihan yang berbeda.

 “Saya kira tidak ada masalah. Tidak ada maksud membeda-bedakan suku atau sebagainya tapi dalam rangka menjaga persatuan. Dengan adanya ormas kita saling kenal. Tugas saya bagaimana masyarakat bisa sejahtera. Saya pribadi sangat berharap masyarakat Kaltim terus maju,” ujar Hadi.

 

 

Kunjungan Ormas Daerah Kaltim diwakili beberapa organisasi, di antaranya Komando Pemuda Asli Adat Kalimantan (Kopadas) Erly Sopiansyah, Kayuh Baimbay Fauzi, Dakuba Jonathan, Gagak Bersatu, Pesut Kalimantan Timur Irfan dan Kopaska. Pada dasarnya, seluruh ormas ingin Kaltim tetap damai tanpa ada gesekan antar suku. (yuv/ri/humasprovkaltim)

Berita Terkait