Kaltim dan Kaltara Bahas Pembiayaan Program HIV/AIDS

HIV/AIDS Turunkan Kualitas SDM dan  IPM

SAMARINDA–Penyebaran virus HIV/AIDS (Human immunodeficiency virus infection/acquired immunodeficiency syndrome) di masyarakat menyebabkan penurunan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta berdampak terhadap ekonomi dan kemiskinan.

“Perlu adanya koordinasi, integrasi dan sinkronisasi antar instansi terkait, terutama SKPD yang tergabung dalam Komisi Penanggulangan AIDS baik di provinsi maupun kabupaten/kota,” kata Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal pada  pertemuan membahas pembiayaan program HIV/AIDS Pasca Global Fund se-Kaltim dan Kaltara, Kamis (6/2).

Koordinasi menjadi kunci yang sangat penting bagi penanggulangan HIV/AIDS tidak hanya pada perencanaan tetapi pelaksanaan. Upaya pembangunan bidang kesehatan khususnya  program penanggulangan sudah berjalan baik dan banyak menemukan pengidap di masyarakat.Ditinjau dari lokasi penemuan pengidap maka semua kabupaten/kota di Kaltim dan Kaltara sudah ada  bahkan merebak sampai ke desa dan kelurahan, terutama di sekitar lokasi perusahaan pertambangan, perkayuan dan  migas dan lainnya.

Jumlah lokalisasi yang ada di 14 kabupaten dan kota sebanyak 59 lokalisasi dan data RSUD AWS Samarinda  sejak  2005-2013 telah menemukan 724 pengidap HIV/AIDS yang umumnya dari para pelanggan dan WPS (wanita pekerja seks) di lokakalisasi.

“Kita harus semakin memperkuat komitmen terhadap pencegahan HIV dan penanggulangan AIDS. Apabila tidak maka upaya selama ini akan sia-sia dan  kasus pengidap HIV/AIDS dikhawatirkan akan bertambah lagi,” ungkap Mukmin.

Sementara itu sekretaris Komisi Penangulangan AIDS (KPA) Kaltim Yurnanto mengemukakan pihaknya terus melakukan optimalisasi promosi dan penyuluhan (sosialisasi) kepada masyarakat mengenai pentingnya upaya pencegahan terhadap HIV/AIDS.

“Pergeseran fokus kegiatan dulunya hanya WPS di lokalisasi namun sekarang ke masyarakat. Sebab, HIV/AIDS sudah masuk ke rumah tangga terbukti sekitar 175 IRT terjangkit bahkan data RSU AWS Samarinda mencatat sudah ada 52 orang ibu hamil yang positif dan melahirkan bayinya,” ujar Yurnanto. (yans/hmsprov).

//Foto: Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal pada  pertemuan membahas pembiayaan program HIV/AIDS Pasca Global Fund se-Kaltim dan Kaltara. (fajar/humasprov kaltim).

Berita Terkait