Kaltim Dapat Jatah 24 Ribu Hektar Tanam Padi

Ibrahim diantara alsintan bantuan APBN untuk Kaltim. (masdiansyah/humasprov kaltim)

 

SAMARINDA – Tahun anggaran 2018 ini Kaltim kembali mendapat kepercayaan untuk pengembangan tanaman padi, bahkan mencapai 24.600 hektar. “Dukungan APBN tahun ini kembali kita peroleh. Untuk pengembangan tanaman padi sekitar 24.600 hektar,” kata Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim H Ibrahim pada Kegiatan Tanam Padi Sistem Teknologi Hazton di Kelompok Tani Sumber Rejeki Desa Muang Dalam Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara Samarinda, Senin (12/2).

 

Menurut dia, pengembangan tanaman padi di Kaltim terus mengalami peningkatan dan pengelolaan tidak lagi dengan cara tradisional. Karenanya, pihaknya menetapkan kebijakan pengelolaan pertanian Kaltim modern berbasis mekanisasi atau mengandalkan alat mesin pertanian. Hal itu lanjutnya, penting terutama dalam mengatasi keterbatsan jumlah buruh tani atau petani yang diperkirakan terus mengalami pengurangan. Selain itu, sistem mekanisasi sebagai upaya meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas tanaman serta efesiensi dan efektifitas kegiatan pertanian.

 

Misalnya, indeks pertanaman selama ini hanya bisa satu kali atau maksimal dua kali setahun maka sistem mekanisasi mampu meningkat menjadi tiga kali musim tanam. Termasuk peningkatan produktivitas tanaman yang biasanya kisaran lima hingga enam ton per hektar diharapkan meningkat diatas angka sampai delapan ton per hektar. Sementara efesiensi dan efektifitas juga terjadi dengan menggunakan alsintan dimana menanam dan memanen sampai berhari-hari tetapi sekarang hanya beberapa jam saja. “Sangat efektif dan efesien pemanfaatan alsintan ini. Menanam dan memanen dapat dilakukan hanya beberapa jam dengan kualitas hasil panen yang baik,” ujar Ibrahim.

 

Dia menyebutkan produksi padi Kaltim pada 2017 mencapai 399.008,20 ton atau meningkat sekitar 93.671 ton dari 305.337 ton pada 2016. Sedangkan jatah 24.600 hektar dari APBN akan dibagi ke seluruh kabupaten potensial untuk tanaman padi di Kaltim. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait