Kaltim Dapat Rp4,7 Miliar untuk KRPL

SAMARINDA – Dalam upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus penguatan kegiatan ekonomi di pedesaan, pemerintah akan melaksanakan  program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), khusus Kaltim memperoleh bantuan dana Rp4,7 miliar.
“Tahun ini kita menerima bantuan dana dari pusat khususnya dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian untuk pengembangan kegiatan KRPL sekitar Rp4,7 miliar,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kaltim H Fuad Asadin, Rabu (15/5).
 Menurt dia, dana sebesar itu dialokasikan pemerintah untuk mendukung penguatan kegiatan pertanian di pedesaan bagi 100 kelompok KRPL yang tersebar di kabupaten dan kota di Kaltim termasuk beberapa daerah di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Dana dari kementerian itu akan dibagikan kepada kelompok-kelompok KRPL dan masing-masing kelompok akan menerima bantuan sebesar Rp47 juta, sehingga dari 100 kelompok KRPL di Kaltim secara keseluruhan menerima Rp4,7 miliar.
Selain itu, masing-masing kelompok yang ditunjuk untuk melakukan pengembangan kegiatan KRPL tersebut minimal memiliki anggota sebanyak 30 kepala keluarga (KK). Pada dasarnya kelompok-kelompok ini melakukan pengembangan tanaman pangan.
Kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan KRPL tersebut diantaranya pengembangan kebun benih dan melakukan pembudidayaannya serta membuat menu pangan dari hasil/produk budidaya tanaman pangan tersebut.
“Tujuan utama dari pengembangan program KRPL selain mendukung kegiatan Demapan (Desa Mandiri Pangan) yang sudah dilaksanakan selama ini, juga untuk mendukung percepatan pencapaian program diversifikasi (penganekaragaman) konsumsi pangan masyarakat,” jelasnya.
Pengembangan kegiatan KRPL lebih difokuskan pada kaum wanita di pedesaan sehingga diharapkan mengurangi beban biaya hidup masyarakat untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pangan sehari-hari.
“Sekitar 40 persen dari keseluruhan pendapatan/penghasilan masyarakat hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Sehingga, diharapkan melalui pengembangan KRPL ini akan mampu menekan pengeluaran kebutuhan konsumsi pangan tersebut,” ungkap Fuad Asadin.
Bahkan, mampu membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan pendapatan dari hasil pertanian tanaman pangan yang dibudidayakan serta mempercepat pencapaian penganekaragaman kosumsi pangan masyarakat.
Ditambahkan, program pengembangan KRPL bagi masyarakat di pedesaan ini sangat sinergis dan sesuai dengan program prioritas Gubernur Awang Faroek Ishak untuk menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran dengan terciptanya peluang usaha bagi masyarakat Kaltim. (yans/hmsprov).
 

Berita Terkait
Government Public Relation