Kaltim dapat Sumur Bor Air Tanah dari Jokowi

Menteri ESDM Ignasius Jonan bersama Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, Bupati PPU Yusran Aspar dan Anggota DPR RI Dapil Kaltim Ikhwan Datu Adam menggunting pita saat peresmian sumur bor air tanah di Desa Api-Api, Kecamatan Waru, PPU. (norjaya/humasprov)

 

PENAJAM - Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dan Bupati PPU Yusran Aspar resmikan sumur bor air tanah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kamis (26/4). Sumur bor dibangun Badan Geologi Kementerian ESDM sejak 2017 sebanyak lima unit. Tersebar di Kelurahan Nipah-nipah Kecamatan Penajam dan Desa Api-Api Kecamatan Waru di Kabupaten PPU. Sumur bor lainnya dibangun di Desa Seniung Jaya Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser, Kelurahan Baru Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara dan di Kelurahan Air Hitam Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda. Untuk diketahui ada 237 unit sumur bor air tanah tersebar di 27 Provinsi yang sudah dibangun Kementerian ESDM, termasuk di Kaltim. Rencana tahun ini akan dibangun lagi sebanyak 39 unit sumur bor.

 

Menteri Ignasius Jonan mengatakan kehadiran sumur bor ini akan membantu masyarakat Kaltim yang masih kesulitan mendapatkan air bersih. "Ini adalah bentuk kewajiban dan perhatian pemerintah untuk mensejahterakan rakyat, terutama terkait kebutuhan air bersih. Melalui program air bersih yang dibangun Presiden Joko Widodo," kata Ignasius Jonan didampingi Gubernur Awang Faroek Ishak usai peresmian. 

 

Jonan mengatakan, jika Pemprov Kaltim atau Gubernur Awang Faroek Ishak merasa kurang pembangunan sumur yang dilakukan pemerintah pusat. Maka, pusat siap menambah satu, sehingga digenapkan 40 unit. Bahkan apabila tahun depan mau ditambah hingga 50 unit, pusat siap membantu. "Asalkan ada usulan langsung kami setujui. Karena, ini untuk kepentingan rakyat. Termasuk di wilayah perbatasan dan pulau terluar. Contohnya di Maratua. Kami juga akan bangunkan sumur air di sana," ungkap Jonan. 

 

Gubernur Awang Faroek memastikan kehadiran sumur bor ini akan sangat membantu masyarakat yang selama ini masih kesulitan air bersih. Langkah pemerintah ini menunjukkan perhatian besar pemerintah kepada masyarakat. "Kami bersyukur karena Menteri Ignasius Jonan telah banyak membangun perubahan restorasi di Kementerian ESDM. Termasuk dengan adanya pembangunan sumur bor air tanah. Saya yakin ini sangat bermanfaat," jelasnya.

 

Pembangunan ini menjadi bukti sinergi yang baik antara pemerintah pusat, daerah dan Anggota DPR RI untuk memperjuangkan program pro rakyat. Pemprov sangat mengapresiasi program ini, karena program ini bertujuan untuk mengentaskan daerah sulit air bersih melalui pengeboran sumur air tanah. 

 

Karena itu, kami minta tahun depan agar lebih banyak lagi sumur bor air tanah yang dibangun pemerintah. Sehingga semakin banyak masyarakat menerima manfaat program air bersih ini. Terutama di wilayah perbatasan dan pulau terluar, baik di Berau, Mahulu maupun di Kutai Barat. Termasuk di PPU," jelasnya.

 

Selain itu, Gubernur Awang Faroek Ishak juga meminta agar pemerintah pusat bisa menyambungkan jaringan gas di PPU pada 2019. Kemudian pembagian PI Blok Eastkal Kaltim dan PPU bisa ditingkatkan menjadi 50 persen. Gubernur juga mengundang Menteri Jonan untuk hadir pada Groundbreaking Jembatan Tol 13 Mei 2018. Hadir dari Pemprov Kaltim Kepala Dinas ESDM Amrullah, Karo Umum Setprov Kaltim S Adiyat, Juru Bicara Gubernur Kaltim Hendro Prasatyio dan Anggota DPR RI Dapil Kaltim Ikhwan Datu Adam. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait