Kaltim Deflasi Minus 0,03 Persen

SAMARINDA – Hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim pada Mei 2013, Kaltim mengalami deflasi minus (-) 0,03 persen.  Deflasi ini dipicu oleh menurunnya beberapa harga kebutuhan pokok dan ketersediaan  stok di pasaran. Indek Harga Konsumen juga mengalami perubahan dari 150,94 pada April menjadi 150,90 pada Mei. 

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, H. Johny Anwar saat rilis inflasi bulanan untuk Kaltim kepada sejumlah instansi dan media massa, Senin (3/5).

"Tingkat inflasi tahun kalender Kaltim sampai Mei 2013 mencapai 2,96  persen sedangkan inflasi year on year sebesar 6,59 persen," jelasnya.

Jika dirinci menurut tiga kota di Kaltim yaitu Samarinda mengalami deflasi minus 0,44 persen, Balikpapan inflasi sebesar 0,16 persen dan  Tarakan mengalami inflasi sebesar 0,81 persen. 

Deflasi terjadi terutama ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok bahan makanan yaitu sebesar -1,65 persen dan  kelompok sandang sebesar -1,09 persen. Sedangkan kelompok makanan jadi mengalami inflasi sebesar 0,63 persen, perumahan sebesar 1,04 persen, kesehatan inflasi sebesar 0,86 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami inflasi sebesar 0,71 persen, transportasi dan  komunikasi inflasi sebesar 0,18 persen.

Dijelaskan Johny, pada kelompok bahan makanan, di Kota Samarinda terjadi penurunan harga kelompok bumbu-bumbuan, daging dan olahannya, serta ikan segar. Di  Balikpapan terjadi penurunan harga kelompok padi dan umbi-umbian, ikan segar, buah-buahan dan minyak-minyakan. Sedangkan pada Kota Tarakan terjadi penurunan harga kelompok ikan diawetkan dan bumbu-bumbuan.

Pada 66 kota di Indonesia, inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 2,25 persen dan inflasi terendah sebesar 0,01 persen terjadi di Kota Bogor. Sementara itu, deflasi terbesar terjadi di Mataram sebesar -1,03 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Pekanbaru dan Tasikmalaya. 

Sementara untuk kota-kota di Kalimantan, Kota Singkawang mengalami deflasi sebesar -0,23 persen, Pontianak mengalami inflasi sebesar 1,40 persen, Palangkaraya deflasi sebesar -0,26 persen, Banjarmasin deflasi -0,64 persen dan Sampit deflasi -0,80 persen.

"Dari 66 kota di Indonesia yang didata oleh BPS, 23 kota mengalami inflasi dan 43 kota lainnya mengalami deflasi ," ujarnya. (yul/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation