Kaltim Ditarget Berkontribusi untuk Daging Sapi Nasional

SAMARINDA–Menindaklanjuti saran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar Kaltim berkontribusi untuk menyukseskan pemenuhan daging sapi nasional, maka dibuatlah kesepakatan kerjasama antara Gubernur Awang Faroek Ishak bersama Menteri Koordinator Perekonomian.
Setelah kesepakatan itu, Kepala Dinas Peternakan Kaltim  H Dadang Sudarya menjelaskan bahwa populasi dan pertumbuhan ternak sapi Kaltim hingga 2013 ini sudah mencapai 104.000 ekor dan produksi daging sebesar 57.436 ton pada 2012 atau mengalami peningkatan sekitar 14,93 persen pertahun.
“Aksi Bukit Tinggi di Sumatera Barat dilakukan Presiden SBY bersama beberapa Gubernur se-Indonesia termasuk Kaltim. Masing-masing provinsi telah ditargetkan untuk memproduksi ternak yang besar guna berkontribusi pada peningkatan daging nasional,” sebut Dadang.
Peningkatan produksi daging ini didukung dengan melakukan pola perbaikan mutu genetik. Sehingga berat (bobot) sapi akan lebih tinggi dengan badan yang semakin besar maka produksi daging akan meningkat.
Selain itu, program penggemukan ternak sapi untuk peningkatan bobot produksi sapi terus dikembangkan. Termasuk VBC (village breeding centre/sentra perbibitan ternak pedesaan), sebab Kaltim dengan luasan wilayahnya memiliki potensi besar untuk pengembangan ternak.
Saat ini lanjut Dadang, Guberbur Awang Faroek terus memotivasi masyarakat khususnya petani di sekitar lokasi eks tambang batu bara untuk dapat mengembangkan integrasi ternak sapi dengan pemanfaatan kawasan eks lahan pertambangan.
 “Sekarang ini yang sudah jalan integrasi sapi sawit atau pengembangan ternak sapi di lahan perkebunan sawit. Belum maksimal, sebab ditarget satu hektar dipelihara minimal tiga ekor sapi sementara perkebunan sawit sudah mencapai sejuta hektar,” jelasnya.
Sehingga, dalam pengembangan program integrasi sapi sawit ini apabila tercapai maka Kaltim mampu berproduksi sapi minimal 3 juta ekor untuk perkebunan sawit yang saat ini sudah terwujud sejuta hektar.
Apabila program integrasi sapi swit ini terlaksana maka Kaltim merupakan salah satu daerah yang berkontribusi terbesar untuk produksi daging nasional di Indonesia. Bahkan, surplus atau swasembada daging sapi akan mampu diwujudkan secara nasional.
“Komitmen Gubernur Awang Faroek jelas sangat nyata sebab sektor pertanian tahun 2014 telah dialokasikan 10 persen dari APBD provinsi. Selain itu, lembaga perbankan milik daerah diarahkan mendukung pengembangan kegiatan perternakan melalui Kredit Ternak Sejahtera bagi masyarakat dan petani Kaltim,” ungkap Dadang. (yans/hmsprov)

//Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama Peternak. Kaltim memiliki potensi besar untuk pengembangan ternak sapi.(dok/humasprov kaltim).


 

Berita Terkait
Government Public Relation