Kaltim Dukung 10 Ribu Desa Tertinggal Naik Jadi Berkembang.

SAMARINDA - Pemprov Kaltim mendukung program Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) untuk daerah. Khususnya, menargetkan pengentasan desa tertinggal pada 2024 meningkatkan pada 10 ribu desa menjadi desa berkembang.

Usulan ini sudah disampaikan Mendes PDTT ke Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/BAPENAS). Target mengentaskan 10 ribu desa status tertinggal selama 2020-2024. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim M Jauhar Efendi didampingi Sekretaris Surono mengatakan, target yang ditetapkan sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2019-2023. Bahkan target yang ditetapkan Pemprov Kaltim dinilai jauh melebihi target rata-rata nasional pertahunnya.

Disebutkannya, selama lima tahun menargetkan mengurangi 150 desa status tertinggal menjadi berkembang. Jika dirata-ratakan pertahunnya mengurangi 30 desa tertinggal. "Target nasional 10 ribu dari 74.957 desa atau dirata-ratakan untuk Kaltim 22 desa pertahunnya," kata M Jauhar Efendi, di Kantor DPMPD Kaltim, Selasa (7/5/2019).

Jauhar mengaku yakin mampu mencapai target yang ditetapkan nasional. Hanya saja untuk meningkatkan status desa berkembang menjadi mandiri. Kaltim belum mematok target karena fokus pengentasan desa sangat tertinggal dan tertinggal.

Harapannya, jika desa sangat tertinggal dan tertinggal meningkat menjadi berkembang. Maka mampu mendorong yang berkembang menjadi maju dan gilirannya menuju mandiri. "Kita tidak menetapkan target. Karena yang mandiri baru dua desa atau 0,24 persen dari 841 desa se Kaltim. Makanya, tidak ditargetkan. Kami yakin terjadi migrasi dari bawah ke atas. Fokus kita tingkatkan yang status bawah," jelasnya. (jay/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation