Kaltim Dukung Kemandirian Pangan Nasional 2018


 

SAMARINDA - Pemprov Kaltim mendukung program pemerintah pusat untuk membangun kemandirian pangan melalui swasembada beras pada 2018 dengan mengembangkan berbagai potensi yang dapat digunakan untuk pertanian tanaman pangan dan holtikultura lainnya.

"Kaltim sesungguhnya memiliki potensi cukup baik, mulai dari lahan, dukungan iklim, sumber daya petani dan nelayan serta sarana dan prasarana maupun kelembagaan. Modal inilah yang seharusnya kita kembangkan demi mewujudkan kemandirian pangan di Kaltim," kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dalam Ramah Tamah dan Pembukaan Rapat Koordinasi Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (PTN-KTI) oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Lamin Etam Samarinda, Selasa (12/10) malam.

Menurut dia, Pemprov Kaltim telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan kebijakan kemandirian pangan melalui kerjasama dengan pemerintah kabupaten atau kota, swasta, BUMN dan KTNA serta TNI AD.

"Kerjasama dengan TNI berupa pencetakan sawah. Kerjasama dilakukan karena saat ini pendanaan dari pemerintah sudah terbatas, sehingga pembangunan di sektor pertanian juga perlu melibatkan dukungan TNI, khususnya Angkatan Darat," katanya.

Awang mengatakan bahwa Pemprov Kaltim telah bertekad memenuhi ketersediaan pangan dengan ketersediaan beras, jagung, kacang kedelai, singkong, ubi kayu, daging sapi dan ikan serta sayur mayur dan hortikultura lainnya hingga 2018 mendatang.

"Mudah-mudahan Kaltim bisa swasembada pangan pada 2018, sehingga Kaltim tidak lagi banyak tergantung pada pasokan daerah lain," katanya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa setiap pulau yang terdapat di Indonesia harus sudah mencapai swasembada pangan pada 2018 agar tidak membeli pangan dari provinsi lain.

"Kalau Kaltim harus sudah selesaikan berasnya terlebih dahulu. Target maksimal 2018 sudah tuntas. Kita siapkan sawah dengan biaya dari pemerintah pusat," katanya. (rus/sul/es/humasprov).

Berita Terkait