Kaltim Gelar Pasar Murah Secara Online

Dok.humaskaltim

SAMARINDA - Guna membantu masyarakat di daerah pinggiran  dan pelosok untuk memenuhi kebutuhan pokok dan mengantisipasi  lonjakan harga kebutuhan pokok  menjelang  Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kaltim menggelar pasar  murah  secara online. 

Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim Fuad Asaddin mengatakan kegiatan pasar murah merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun   sebagai salah satu bentuk kehadiran pemerintah  dalam menjamin ketersediaan barang kebutuhan masyarakat.

Terkait pelaksanaan pasar murah  tahun ini, Fuad Asaddin menjelaskan  ada perbedaan dibanding tahun sebelumnya, karena   dilaksanakan di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Pasar murah dilaksanakan dua sistem yaitu sistem penjulan langsung di tempat dengan ketentuan pembatasan dan pangaturan transaksi pembelian. Sistem  ini dilaksanakan tidak lebih dari satu jam  dan untuk selanjutnya berpindah ke lokasi  titik berikutnya.

“Yang  kedua  dengan sistem penjualan secara online. Sistem  ini dilakukan dengan melayani pemesanan masyarakat melalui whatsapp dan pengantaran  pesanan masyarakat tersebut  dengan memanfaatkan jasa  ojek online. Insyaallah,   besok  Rabu (6/6/2020) Gubernur Kaltim akan melepas truk-truk  distributor sembako di kantor Gubernur Kaltim,” Kata Fuad Assadin, Selasa (5/6/2020). 

Fuad menambahkan,  pelaksanaan  pasar murah kali ini melibatkan beberapa pihak seperti Bulog, Perusda Pergudangan dan Aneka Usaha Pemkot Samarinda, distributor  maupun pedagang dan UKM. 

Sementara untuk lokasi pasar murah akan dilaksanakan  pada 20 titik yang  tersebar di 10 kecamatan di Kota  Samarinda, seperti di Samarinda Seberang, Rawa Makmur, Bentuas, Loa Bakung, Bengkuring, Batu Cermin, Bayur Gunung Lingai, Tanah Merah serta beberapa lokasi lainnya. 

Lanjut Fuad, pelaksanaan pasar murah kali ini dilaksanakan dalam suasana keprihatinan di tengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu harus dilaksanakan sesuai anjuran pemerintah dengan penerapan physical distancing (jaga jarak) dan masyarakat harus memakai masker.

“Waktu pelaksanaan pasar murah hanya satu jam  di suatu tempat. Kemudian pindah ke lokasi lain sebagai antisipasi kerumunan massa,” tandas Fuad Asaddin. (mar/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait