Kaltim Gencar Promosikan Objek Wisata Unggulan

Pariwisata Lokomotif Baru Perekonomian Daerah

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengungkapkan Pemprov Kaltim melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus berupaya untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Kaltim.  Pada 2014, pemprov telah mencanangkan Visit Kaltim 2014 yang diselaraskan secara menyeluruh dengan Visi Kaltim Maju 2018.

“Kita ketahui, arah pembangunan Kaltim kedepan yaitu mengembangkan sektor kepariwisataan sebagai salah satu sumber daya alam terbarukan dan akan menjadi lokomotif perekonomian bersama dengan sektor pertanian dalam arti luas dan industri manufaktur,” ungkap Awang Faroek, pekan lalu.

Awang Faroek menjelaskan Kaltim merupakan salah satu daerah tujuan wisata (DTW) dengan potensi wisata yang masih alami (natural), baik alam maupun seni dan budaya yang aktraktif dan beragam serta didukung dengan tingkat keamanan daerah yang cukup kondusif. Kondisi yang demikian tentunya berdampak positif terhadap para wisatawan untuk berkunjung ke Kaltim.

“Masing-masing kabupaten/kota di Kaltim memiliki objek wisata unggulan yang menjadi ciri khas, bahkan sudah dikenal secara nasional maupun internasional. Namun, promosi harus terus kita lakukan dengan cara mengikuti pameran-pameran skala nasional ataupun internasional, guna menarik minat wisatawan,” jelasnya.

Adapun beberapa objek wisata yang ada di Kaltim, diantaranya, di Samarinda sebagai ibukota Kaltim terdapat Kampung Tenun di Samarinda Seberang Desa Budaya Pampang, Kebun Raya Unmul dan Masjid Islamic Center yang merupakan salah satu masjid terbesar di Indonesia.

Pada kabupaten/kota lainnya di Kaltim juga tidak kalah menariknya untuk dikunjungi. Di Kabupaten Kutai Kartanegara, terdapat Museum Mulawarman yang mengoleksi banyak peninggalan sejarah Kerajaan Kutai yang juga merupakan Kerjaan Hindu tertua di Indonesia yang berdiri pada Abad ke-4 Masehi, peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.

Kemudian, Bukit Bengkirai Samboja yang juga terdapat canovy bridge (jembatan gantung di atas pohon), pusat pelepasliaran Orangutan di Borneo Orangutan Survival Samboja (BOSS), pantai Tanjung Harapan, danau Jempang dan danau Semayang sebagai habitat Pesut Mahakam yang sudah hampir punah.

Selanjutnya, di Kabupaten Berau yang memiliki kawasan wisata bahari, yakni Kepulauan Derawan (Derawan, Sangalaki, Maratua dan Kakaban) yang menawarkan keindahan panorama bawah laut. Disamping juga memiliki wisata sejarah berupa museum peninggalan Kesultanan Gunung Tabur dan Sambaliung.

Sementara itu even-even kepariwisataan dan pergelaran Seni Budaya Kaltim, juga telah dikenal masyarakat bahkan dikunjungi oleh para tamu seperti pelaksanaan Pesta Adat Erau di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Festival Birau di Berau, Festival Mahakam di Samarinda.

Lalu, Festival Dahau atau Ehau Sentawar di Kutai Barat, Bontang City Carnival, Festival Seni Budaya Balikpapan dan Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam yang diselenggarakan Disbudpar Kaltim.

Awang Faroek menambahkan industri pariwisata di Kaltim selama ini sudah berkembang dengan baik karena didukung oleh sarana dan prasarana penunjang, seperti jalan dan transportasi, penyediaan cinderamata, perhotelan, rumah makan, restoran dan lainnya. Ditambah dengan banyaknya even-even seni dan budaya yang menarik di kabupaten/kota.

“Kuantitas dan kualitas sarana penunjang industri pariwisata di Kaltim harus terus kita tingkatkan. Sehingga menimbulkan kesan baik bagi wisatawan yang datang ke Kaltim dan sekembalinya ke daerah asal, ia akan bercerita tentang Kaltim kepada sanak saudara, keluarga dan teman,” tambahnya. (her/sul/es/hmsprov).

/////FOTO :  Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak sedang menyalakan brong pada perhelatan Budaya Erau di Tenggarong Kutai Kartanegara. Wisata budaya merupakan salah satu unggulan kepariwisataan Kaltim.(syaiful/humasprov)

 

Berita Terkait