Kalimantan Timur
Kaltim Gencarkan Gerakan Percepatan Tanam untuk Berdaulat Pangan

Dok.humaskaltim/syaiful.hmsprovkaltim

Target 34 Ribu, Realisasi April-Mei 13,1 Ribu

Salah satu target Visi Kaltim Berdaulat adalah kemandirian dalam urusan pangan. Karena itu, Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim pun menggagas Gerakan Percepatan Tanam menuju pencapaian target kemandirian pangan tersebut. 

“Sekarang ini kita sedang melakukan Gerakan Percepatan Tanam untuk meningkatkan produksi padi. Target kami, April-September (Asep) tahun ini seluas 34 ribu hektar. Sedangkan realisasi April hingga Mei sudah mencapai 13,1 ribu hektar,” ungkap Plt Kepala DPTPH Kaltim Dadang Sudarya usai melakukan penanaman padi pada Gerakan Percepatan Tanam Musim Tanam Asep 2020 di Kelompok Tani Sumber Rejeki Putra, Desa Manunggal Jaya, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Jumat (12/6/2020).

Pemprov Kaltim kata Dadang akan terus membantu para petani agar dapat terus meningkatkan produksi padi. Termasuk membuat program-program inovatif yang belum pernah diusulkan pada tahun-tahun sebelumnya, di antaranya alokasi anggaran untuk demonstrasi plot (demplot) dan uji lapangan. Program lain bagi para penyuluh pertanian lapangan yang berada di garis terdepan bersama petani pun sudah disiapkan.

“Tapi, mohon bersabar dulu, karena sebagian anggaran masih harus difokuskan untuk Covid-19. Mudah-mudahan tahun depan program inovasi tersebut sudah bisa kita kembangkan,” kata Dadang. 

Kepala Desa Manunggal Jaya, Sukemi mengungkapkan, Desa Manunggal Jaya memiliki luas lahan persawahan fungsional saat ini mencapai 283 hektar, sedangkan lahan potensial yang masih mungkin dikembangkan sekitar 100 hektar. Di masa lalu, produksi padi petani per hektar bisa mencapai 6 hingga 7 ton, tapi saat ini maksimal hanya 5 ton per hektar.

Permasalahan yang dihadapi petani setempat  antara lain luas hamparan di desa ini belum memiliki embung untuk menampung air dan tidak ada saluran air yang baik menuju Sungai Mahakam. 

“Sawah di sini tadah hujan. Kalau musim hujan kelebihan air jadi banjir, kalau kemarau kekurangan air, tidak bisa menanam,” kata Sukemi dibenarkan kelompok tani dan gapoktan setempat.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Pengkajian Teknologi  Pertanian (BPTP) Muhammad Amin mengatakan Desa Manunggal Jaya menjadi salah satu bagian dari program pusat yakni kawasan pertanian berbasis inovasi. “Harapan kami, desa ini bisa menjadi model kawasan pembangunan pertanian yang bisa terus berkembang dengan inovasi. Inovasi itu, misalnya dengan penggunaan varietas unggul,” kata Muhammad Amin.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara, Sutikno menegaskan, program Pemprov Kaltim ini sangat selaras dengan program pembangunan Kutai Kartanegara yang menitikberatkan fokusnya pada pembangunan pertanian. “Target tanam Kukar untuk Juni seluas 4.723 hektar.  Sementara target tanam April-September seluas 11.162. Dan satu sen pun anggaran untuk pertanian tidak dipotong karena Covid,” tegas Sutikno yang juga berlatar penyuluh pertanian tersebut.  

Acara juga dihadiri Sekretaris DPTPH Kaltim Martinus, Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan DPTPH Kaltim Rini Susilawati,  Camat Tenggarong Seberang Suparman, Danramil Tenggarong, dan puluhan petani setempat. (sul)

Berita Terkait