Kaltim Genjot Peningkatan Populasi Sapi
Wujudkan Swasembada Daging 2014
 
SAMARINDA – Pemprov Kaltim terus berupaya mengembangkan sektor pertanian dalam arti luas yang kedepan diharapkan menjadi lokomotif perekonomian baru bagi Kaltim, menggantikan sumber daya alam tidak terbarukan (migas dan batu bara) yang suatu saat akan habis.   
Sektor peternakan menjadi salah satu sub sektor pertanian dalam arti luas yang mendapat perhatian serius oleh Pemprov. Pembangunan sub sektor peternakan mengalami pertumbuhan yang cukup baik pada periode kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak dan jajarannya. 
Disebutkan ternak sapi pada 2009 jumlahnya mencapai 101.176 ekor sapi, meningkat menjadi 108.648 ekor pada 2012 dan hingga akhir Juni 2013 tercatat sejumlah 116.797 ekor. Demikian pula dengan populasi ayam buras, ayam petelur, ayam broiler/pedaging dan itik meningkat dari tahun ke tahun.
“Kita ingin mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan, termasuk swasembada daging sapi 2014. 
Guna mendukung terwujudnya target tersebut, diperlukan sejumlah upaya yang harus dilakukan oleh instansi terkait baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Paling tidak kita harus mampu memenuhi kebutuhan daging sapi untuk seluruh wilayah Kaltim,” ujar Gubernur Awang Faroek Ishak, belum lama ini.
Pada 2010 telah dibangun Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) sebanyak dua unit  di Kabupaten Paser dan Kutai Barat. Selain itu juga dilakukan pembuatan kios daging sebanyak 10 unit di Berau, pengadaan peralatan RPU (Rumah Potong Unggas) sebanyak dua paket di Balikpapan dan Samarinda. 
Selanjutnya, pada 2011 dibangun RPU di Penajam Paser Utara (PPU), paddock di Paser dan pabrik pakan mini di UPTD Api-Api PPU. Pada 2012, dibangun dua unit Puskeswan di Balikpapan dan Bulungan, sedangkan check point di Nunukan.
Awang Faroek menambahkan guna membantu peternak meningkatkan skala usaha peternakan dari usaha sambilan menjadi usaha pokok, digalakkan Program Kredit Ternak Sejahtera (KTS) melalui Bank Kaltim. Pada 2012, realisasi KTS yang disalurkan ke 13 kabupaten/kota Rp8 miliar, meningkat jika dibandingkan 2010 senilai Rp3,547 miliar. 
“Atas upaya-upaya tersebut, Pemprov berhasil meraih dua penghargaan P2HP (Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan), yakni Penghargaan Citra Produk Berdaya Saing 2012 dan Grand Citra Produk Pertanian Berdaya Saing 2012 pada 19 Desember 2012 yang diserahkan oleh Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Kementerian Pertanian,” pungkasnya. (her/hmsprov)
 
///Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat melakukan inseminasi buatan / IB (kawin suntik). Metode IB meruapakan salah satu Kaltim untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di daerah ini.(dok/humasprov kaltim)
 
 
Berita Terkait