Kaltim Harus Bebas Antrian BBM

Gubernur Isran Noor

SAMARINDA - Antrian panjang kendaraan-kendaraan berbobot besar di stasiun pengisian bahan umum (SPBU) di beberapa daerah di Kaltim menjadi perhatian khusus Gubernur Kaltim.

Karenanya, Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor menegaskan Kaltim harus bebas dari antrian pembelian bahan bakar minyak (BBM) tersebut.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Isran usai melantik dan mengambil sumpah jabatan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Dr Hj Meiliana di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (10/10).

Menurut dia, kondisi saat ini sangat "miris" atau memprihatinkan, karena sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi, namun pasokan BBM ke Bumi Etam masih sangat terbatas.

"Saya akan pelajari dan berkoordinasi dengan instansi terkait bersama Pertamina dan Kementerian ESDM untuk pasokan BBM. Kaltim harus terbebas dari antrian BBM ini," katanya.

Sebab lanjutnya, antrian panjang kendaraan dan waktu antrian yang lama akan berimbas pada kondisi sopir (pendapatan) yang akan terkuras hanya untuk mendapatkan bahan bakar kendarannya.

Padahal ungkap Isran, selayaknya perjalanan tempuh hanya dua hari termasuk biaya hidup namun sebab antri terlalu lama di SPBU akhirnya ongkos hidup sopir bertambah besar, sementara penghasilan pasti akan berkurang.

"Inilah kondisi yang kita sangat prihatin. Bagaimana ke depan tidak ada lagi antrian di SPBU. Kasihan mereka (sopir-sopir) harus makan mie supaya bisa hidup berhemat," tegasnya.

Gubernur mengungkapkan Kaltim merupakan daerah penghasil minyak dan gas bumi yang tinggi serta mampu menyumbang devisa besar bagi negara namun ironi kebutuhan dalam daerah tidak terpenuhi.

"Saya segera bicàra dengan Divisi Distribusi Pertamina. Bagaimana sih pola distribusi ke daerah. Saya berharap seperti di Pulau Jawa yang tidak ada antri," ujar Isran. (yans/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation