Kaltim Harus Fokus Kembangkan Komoditi Pertanian Lokal

Unggulan Nasional dan  Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat


SAMARINDA – Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Prof Dr H Zamruddin Hasyid, mengatakan untuk menjawab tantangan ketahanan dan kedaulatan pangan ke depan, Kaltim harus fokus pada pengembangan komoditi pertanian dan tanaman pangan lokal yang tidak ada di daerah lain di Indonesia.
Menurut dia, ada beberapa komoditi lokal Kaltim yang dapat dikembangkan dan menjadi komoditi unggulan secara nasional maupun internasional, diantaranya Durian Buaya dan Langsat Air Putih yang sangat dikenal di Kaltim dan sekitarnya.  
“Secara infrastruktur,  Kaltim sangat kuat dengan  lahan yang luas, curah hujan bagus dan tanah subur. Namun, banyak hama karena dekat dengan hutan, sehingga lebih baik mengembangkan komoditi lokal saja yang memang cocok dengan iklim di sini,” jelas Zamruddin, belum lama ini.
Selain itu, lanjut dia, salah satu komoditi pertanian yang dapat dikembangkan dan memang menjadi unggulan Kaltim adalah Padi Adan di Krayan, Nunukan. Padi Adan merupakan padi organik yang dikembangkan di daerah perbukitan Krayan dan hanya bisa tumbuh di daerah Krayan-Nunukan, Malinau serta beberapa daerah di utara Kaltim. Jenis ini hanya bisa tumbuh di daerah dataran tinggi di utara Kaltim dan tidak ada di daerah lain di Indonesia.
“Jadi, yang terpenting adalah mencari varietas unggul dari sisi kualitas, nilai dan tahan lama, itu yang harus kita lakukan. Contohnya Padi Adan, Durian Buaya dan Langsat Air Putih untuk Kaltim, jangan mencari-cari yang lain,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kaltim, H Ibrahim, mengatakan, Pemprov Kaltim bersama pemerintah kabupaten/kota sudah sejak lama mengembangkan komoditi buah lokal yang menjadi unggulan di beberapa kabupaten/kota.
Bahkan ada beberapa buah lokal yang sudah menjadi unggulan nasional, diantaranya Durian Ligit dan Mawar dari Kutai Barat, Jeruk Borneo Prima dari Kutai Timur, Durian Salisun dari Nunukan dan Cempedak dari Malinau.
“Semua itu merupakan komoditi lokal Kaltim yang menjadi unggulan nasional, dan kita terus berusaha mengembangkan komoditi lokal lainnya untuk bisa diproduksi dan dipasarkan secara nasional,” katanya.
Demikian halnya dengan Padi Adan yang berasal dari dataran tinggi Krayan, Nunukan, Ibrahim menerangkan, jenis padi organik unggulan ini bahkan sudah resmi dipatenkan dengan mendapat sertifikat indikasi geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
“Pengembangan komoditi pertanian dan tanaman pangan lokal menjadi prioritas di Kaltim, karena selain menjadi unggulan nasional sehingga dikenal secara luas, dengan mengembangkan komoditi dan tanaman pangan lokal juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat,” jelasnya. (her/hmsprov).

////Foto : Tanaman durian menjadi salah satu komuditas unggulan Kaltim sebagai upaya membangun ketahanan dan kedaulatan pangan. Nampak Wagub Kaltim H Farid Wadjdy melakukan panen durian di Kecamatan Makroman Samarinda.(yuliawan/humasprov kaltim)
 

Berita Terkait
Government Public Relation