Kaltim Ikuti GUKMI di NTB dan Sulut, Fuad Menyatakan Siap Promosikan Produk Unggulan UKM Kaltim

SAMARINDA - Berangkat dari kesuksesan di tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan di 34 kota di Indonesia. Tahun 2019, Gebyar Usaha Kecil Menengah Indonesia (Gukmi) yang akan kembali digelar di 25 kota Indonesia.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kaltim Fuad Assadin  menjelaskan pelaksanaan Gukmi tahun 2019  merupakan kerjasama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama International Council for Small Business (ICSB) Indonesia.

Gukmi dilaksanakan pada 25 kota di Indonesia dan dua diantaranya di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Utara (Sulut). Mengikuti kegiatan dikedua daerah tersebut, Disperindagkop bekerjasama  Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltim yang rencananya digelar pada Oktober.

"Untuk mengikuti Gukmi 2019, kita  sudah melakukan  koordinasi persiapan bekerjasama UKM-UKM yang tergabung di Dekranasda kabupaten dan kota," kata Fuad Assadin, Rabu (3/7/2019).

Menurut Fuad, pelaksanaan Gebyar UKM Indonesia, sangat penting diikuti sebagai upaya memperkenalkan produk-produk unggulan UKM di daerah. Termasuk memperluas pemasaran di luar daerah, sehingga produk unggulan UKM bisa semakin dikenal.

"Apalagi NTB merupakan salah satu destinasi atau tujuan pariwisata berbagai negara, sehingga dampaknya sangat besar dalam mempromosikan hasil produk-produk Kaltim secara nasional maupun  internasional. Dengan begitu produk kita bisa lebih dikenal dimanca negara, " tandasnya.

Terkait pelaksanaan Gukmi 2019, Fuad Assadin  mengharapkan para pengrajin atau pelaku UKM dituntut lebih inovatif dalam memproduksi dan memasarkan usahanya. Inovasi haruslah disesuaikan dengan kondisi sekarang yang mayoritas konsumennya kaum milenial yang melek informasi teknologi.

"Kita berharap pelaku UKM membangun jejaring pemasaran, mengguanakan aplikasi-aplikasi khusus untuk memudahkan marketingnya tidak di lokal saja tetapi internasional," kata Fuad Assadin (mar/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation