Kaltim Jadi Percontohan Pembangunan Hijau Dunia 29 Mei Deklrasikan GGC


SAMARINDA - Kaltim sangat serius mewujudkan pembangunan hijau yang sudah dicanangkan sejak tahun 2010 lalu dalam gerakan Kaltim Hijau atau Green Kaltim. Memperkuat gerakan pembangunan hijau berkelanjutan tersebut, tahun ini Kaltim akan kembali mendeklarasikan satu gerakan besar dalam tajuk Green Growth Compact (GGC). Launching GGC akan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr Siti Nurbaya Bakar, bahkan Presiden Joko Widodo jika memungkinkan.
"Karena kegiatan ini sudah menjadi isu dunia, maka tidak tertutup kemungkinan, selain Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Presiden Joko Widodo juga akan kembali ke Kaltim untuk deklarasi ini. Sebab beliau pernah mengatakan kepada Saya untuk melanjutkan program-program pembangunan hijau ini. Saya yakin Pak Jokowi sangat senang dengan rencana ini," kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat memimpin rapat persiapan awal rencana launching GGC, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur, Senin (9/5).
Gubernur menjelaskan, Green Growth Compact atau GGC merupakan inisiatif Kaltim untuk membangun satu gerakan bersama untuk menjadikan Kaltim sebagai model pembangunan hijau yang baru untuk Indonesia dan dunia dengan menonjolkan kemitraan antara pemerintah, swasta dan masyarakat.
Penguatan pembangunan hijau ini nantinya akan dipertegas dengan kesepakatan multipihak, sehingga gerakan pembangunan hijau ke depan, bukan hanya menjadi kewajiban pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi dan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk kontribusi para pengusaha.
Kaltim sendiri menjadi satu dari tiga provinsi di dunia yang menjadi model percontohan pembangunan hijau. Hebatnya lagi, Kaltim dinilai sebagai provinsi yang memiliki modal paling siap dengan berbagai insfrastruktur yang lebih lengkap dibanding dua provinsi lain yang juga menjadi percontohan, yakni Provinsi Para di Brasil dan Provinsi Yukatan di Meksiko.
Keunggulan itu antara lain karena Kaltim sudah memiliki konsep yang jelas, dalam bentuk dokumen strategi pembangunan rendah emisi karbon, deklarasi Kaltim Hijau dan Rencana Aksi Daerah Gerakan Rumah Kaca (RAD GRK). Selain itu, Kaltim juga telah memiliki kelembagaan yang resmi, yakni Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) , yang di Indonesia hanya ada di Kaltim.
Apresiasi masyarakat dunia untuk Kaltim juga tergambar dari dua slot waktu yang disiapkan saat digelar COP 21 di Paris, Perancis tahun lalu. Gubernur Awang Faroek yang hadir mendampingi Presiden Joko Widodo mendapat jatah waktu dua kali menjadi nara sumber dalam forum dunia terkait pembangunan hijau berkelanjutan tersebut.
Bukan hanya itu, tahun ini, tepatnya pada 14-15 Juni mendatang,  Kaltim kembali mendapat sesi khusus dalam Forum REDD+ di Kota Oslo, Norwegia untuk menjadi salah satu nara sumber karena kiprah yang demikian kuat mendorong Kaltim sebagai provinsi dengan pembangunan hijau berkelanjutan. Februari lalu, bahkan Menteri Lingkungan Hidup Norwegia pun sudah berkunjung ke kawasan Merabu di Kabupaten Berau untuk melihat langsung pengelolaan hutan di kawasan tersebut.
"Yang terpenting, pembangunan kita bukan hanya harus tetap hijau, tapi juga harus berkeadilan, sehingga bisa dinikmati seluruh rakyat Kaltim," seru Awang.
Direncanakan, deklarasi Green Growth Compact atau GGC akan dilakukan pada 29 Mei mendatang. Acara akan dirangkai dengan apel besar peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia, dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon dan memungut sehelai sampah di sepanjang Sungai Karang Mumus di Samarinda.  
"Tentu kami berharap dukungan semua pihak, swasta dan masyarakat agar pembangunan hijau terwujud secara berkelanjutan dan berkeadilan untuk seluruh rakyat," kata Gubernur.
Dia juga mengajak, organisasi masyarakat, penggiat lingkungan seperti Jatam dan Pokja 30 bisa berpartisipasi dalam gerakan bersama ini. "Saya minta semua dilibatkan, termasuk Jatam dan Pokja 30. Kita perlu pikiran-pikiran mereka dan mengajak mereka juga untuk dapat berkontribusi dalam pembangunan hijau yang kita harapkan," pungkasnya.
Rapat dimoderatori oleh Sekprov Kaltim Dr Rusmadi, dihadiri para asisten dan para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kaltim. Selain itu, hadir dan memberikan paparan Ketua DDPI Kaltim Prof. Daddy Ruchiyat dan aktivis lingkungan dari The Nature Conservation (TNC), Niel Makinuddin. (sul/adv)humasprov

Berita Terkait